Benarkah Tidur Siang Baik untuk Jantung? Simak Penjelasannya

Avatar of Lintang
Ilustrasi orang sedang tidur siang.
Ilustrasi orang sedang tidur siang. (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Tidur siang seringkali disalahpami sebagai tanda kemalasan, padahal banyak penelitian ilmiah justru mengungkap segudang manfaatnya bagi kesehatan.

Di tengah tuntutan gaya hidup modern yang kerap mengikis waktu istirahat malam, tidur siang acap kali menjadi “penolong” untuk mencapai durasi tidur ideal 6-8 jam per hari.

Namun, ada satu pertanyaan krusial yang kerap muncul: benarkah tidur siang bermanfaat bagi kesehatan sistem kardiovaskular kita, khususnya jantung?

Tidur Siang dan Kinerja Jantung

Hubungan antara tidur siang dan kesehatan jantung adalah topik yang menarik perhatian banyak peneliti. Ada beragam hasil studi yang mengindikasikan potensi manfaat, namun juga menunjukkan perlunya perhatian terhadap frekuensi dan durasi tidur siang itu sendiri.

Penelitian case-control yang dilakukan di Yunani, misalnya, pernah menyoroti adanya korelasi positif. Studi tersebut menemukan bahwa individu yang memiliki kebiasaan tidur siang secara teratur cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan penyakit jantung koroner di kemudian hari.

Bahkan, kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa kebiasaan tidur siang berpotensi menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner hingga 37 persen.

Namun, panorama penelitian di negara lain menghadirkan perspektif yang lebih bervariasi. Beberapa di antaranya bahkan mengisyaratkan adanya kemungkinan korelasi negatif jika tidur siang dilakukan secara berlebihan atau tidak tepat.

Sebuah analisis komprehensif yang diterbitkan dalam jurnal Heart pada tahun 2019 memberikan pencerahan penting: frekuensi tidur siang ternyata sangat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan jantung.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa tidur siang yang dilakukan 1-2 kali dalam sepekan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 48 persen. Angka yang signifikan, bukan?

Namun, manfaat tersebut tidak lagi terlihat, atau bahkan bisa berbalik, jika kebiasaan tidur siang dilakukan terlalu sering, misalnya 6-7 kali dalam sepekan. Ini menunjukkan bahwa ada “takaran” tertentu untuk mendapatkan manfaat optimal dari tidur siang, khususnya bagi kesehatan jantung.

Manfaat Tidur Siang untuk Tubuh

Terlepas dari hubungannya dengan jantung, tidur siang secara umum memang memiliki sederet manfaat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dilansir dari berbagai sumber kesehatan terkemuka, berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Meredakan Stres: Dalam tekanan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari, tidur siang singkat bisa menjadi oase penenang. Studi menunjukkan bahwa tidur siang dapat efektif meredakan stres dan bahkan berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Para ahli sering menganjurkan tidur siang sekitar 30 menit untuk meraih manfaat ini.
  • Menurunkan Tekanan Darah: Jantung kita bekerja keras setiap detiknya, dan tekanan darah yang terkontrol adalah kunci kesehatannya. Sebuah studi menemukan bahwa tidur siang selama 45-60 menit dapat membantu menurunkan tekanan darah. Ini adalah kabar baik, mengingat baik tekanan darah fisik maupun tekanan mental sama-sama perlu dikendalikan demi menjaga fungsi jantung yang optimal.
  • Memperbaiki Pola Tidur Malam: Bagi mereka yang sering bergumul dengan kualitas tidur malam, tidur siang yang teratur dapat menjadi bagian dari solusi. Mengombinasikan kebiasaan tidur siang dengan olahraga rutin terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur malam secara signifikan. Untuk hasil terbaik, disarankan tidur siang sekitar 30 menit antara pukul 13.00 hingga 15.00 sore.

Pada akhirnya, tidur siang bukanlah tanda kemalasan, melainkan sebuah investasi kecil untuk kesehatan besar. Kuncinya terletak pada frekuensi dan durasi yang tepat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page