Bangkit dari Kanker, Ibu Ini Ciptakan Yogurt Alami dengan Stevia Pertama di Mojokerto

Avatar of Redaksi
IMG 20250724 WA0014
Seorang karyawan tengah melakukan proses packing Yogella di rumah Maya Susana, pelaku usaha yogurt alami asal Mojokerto. (Ceci/kabarTerdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, kabarterdepan.com – Yogella yogurt alami menjadi buah tangan dari perjuangan panjang seorang penyintas kanker payudara asal Mojokerto, Maya Susana.

Usaha ini resmi diluncurkan sekitar tiga minggu lalu, setelah lolos verifikasi halal dan perizinan resmi. Untuk saat ini, Yogella masih produksi di rumahan tepatnya rumah Maya yang beralamat di Kebon Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto

Maya mengaku, ide membuat yogurt bermula dari kebutuhannya sendiri sebagai penderita kanker yang harus menjaga kesehatan usus. Ia sempat kecewa dengan yogurt kemasan yang mahal dan sudah menurun kadar nutrisinya.

“Dulu saya beli yogurt yang dari supermarket, kadang sudah lama di rak, otomatis kualitasnya turun. Ada yang murah dari Jepang, tapi kirimnya saja mahal,” ujar Maya saat ditemui Selasa (22/7/2025).

Dari keresahan itu, Maya mulai bereksperimen membuat yogurt sendiri. Putranya yang berkuliah di jurusan Teknik Kimia pun turut menyempurnakan formulanya agar sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama penderita kanker.

Yogella menggunakan bahan 100 persen alami, yakni susu murni, buah asli, granola, madu, dan gula stevia. Gula stevia dipilih karena tidak mengalami pemanasan dan kristalisasi, sehingga aman bagi penderita kanker yang tidak boleh mengonsumsi gula biasa.

“Awalnya saya ingin jualan makanan viral. Tapi anak saya bilang, Mama sudah sakit, masak kita jual makanan yang bikin orang sakit. Akhirnya fokus ke makanan sehat,” jelas Maya.

Tidak hanya untuk penderita kanker, Yogella juga bermanfaat bagi siapa pun yang ingin menjaga sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. Kombinasi kandungan probiotik, kalsium, magnesium, vitamin D, serta bahan-bahan alami lainnya mampu membantu menurunkan berat badan, mengontrol kolesterol jahat, mencegah hipertensi, hingga menjaga kesehatan kulit.

“Kalau usus kita bersih, tubuh lebih cepat mendeteksi gangguan. Jadi bukan cuma buat orang sakit, tapi bisa bantu cegah penyakit dari awal,” tutur Maya.

Yogella hadir dengan varian rasa mangga dari buah asli yang dikeringkan, dan tetap mempertahankan tekstur yogurt yang alami, meski tidak terlalu kental karena tanpa bahan kimia atau pengental buatan.

Kemasan Yogella terdiri dari beberapa elemen terpisah untuk menjaga kesegaran dan menyesuaikan selera konsumen. Di dalam box, terdapat yogurt alami, gula stevia yang sudah dicampur mangga halus, granola madu, serta sendok kecil. Semua dikemas dengan rapi dan higienis agar praktis serta tetap sehat saat dikonsumsi.

Proses produksi dilakukan secara higienis dengan fermentasi selama 12 hingga 14 jam. Yogurt disajikan dalam kemasan aluminium yang menjaga kualitas dan kesegarannya, dan bisa bertahan hingga tiga minggu di kulkas biasa dan bertahan satu bulan di freezer.

Setiap harinya, Maya mampu memproduksi 50 hingga 80 cup yogurt. Harganya Rp22.000 per cup, dengan segmentasi pasar menengah ke atas. Namun menurut Maya, kandungan sehat dan prosesnya memang sebanding dengan kualitas premium yang ditawarkan.

“Kadang orang tanya kenapa makanan sehat itu mahal. Karena prosesnya rumit dan harus steril, bahannya juga premium semua,” tambahnya.

Salah satu momen membanggakan adalah saat Yogella dicicipi langsung oleh Bupati Mojokerto, Gus Barra, dalam acara Hari Ulang Tahun Koperasi di Dekopinda Kabupaten Mojokerto. Produk ini mendapat respons positif dan dibeli langsung oleh Bupati.

Maya berharap, Yogella bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang serta menjadi mata pencaharian tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk sesama pejuang kanker di komunitasnya, serta para reseller dan sales yang tergabung.

“Semoga Yogella bisa bantu banyak orang menjaga ususnya tetap sehat. Karena kunci tubuh sehat itu dimulai dari usus,” harap Maya. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page