Tak Jauh Dari Kantor Dinas Pendidikan, Plafon SD Negeri di Blora Ambrol

Avatar of Redaksi
IMG 20250723 WA0125
Penampakan sarang kelelawar di salah satu ruangan yang ada di SD negeri 1 Karangjati, Blora. (Fitri/kabarTerdepan.com) 

Blora, Kabarterdepan.com – Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri 1 Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Dua plafon ruang kelas di lantai dua gedung sekolah tersebut dilaporkan ambrol. Sementara satu ruangan lainnya terancam menyusul dan saat ini hanya ditopang dengan bambu penyangga.

Kepala SDN 1 Karangjati, Eko Hadi, mengaku khawatir terhadap keselamatan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Meski demikian, ruang-ruang kelas yang rusak tersebut masih digunakan siswa untuk belajar, di tengah ancaman runtuhan plafon dan bau menyengat dari kotoran kelelawar yang memenuhi ruangan.

“Kalau dilihat dari luar memang megah, tapi ada beberapa ruangan yang sangat memprihatinkan. Ruangan paling barat di lantai dua bahkan sudah menjadi sarang kelelawar,” ujar Eko, Rabu (23/7/2025).

Ia menjelaskan, ruangan yang kini dihuni kelelawar tersebut sebelumnya digunakan sebagai ruang kepala sekolah, lalu sempat difungsikan sebagai tempat penyimpanan gamelan. Tak lama kemudian, plafon ruangan itu ambruk.

“Setelah ruangan paling barat runtuh, menyusul ruang kelas 5 juga ambrol. Ruangan lain belum runtuh, tapi sudah saya sangga dengan bambu,” imbuhnya.

IMG 20250723 WA0123
Kepala SD Negeri 1 Karangjati, Blora, Eko Hadi. (Fitri/kabarTerdepan.com)

Menurut Eko, kerusakan plafon ini terjadi belum sampai setahun. Ia mengaku sudah melaporkan kerusakan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora, namun hingga kini belum ada perbaikan.

“Kemarin katanya akan dapat pemugaran, termasuk mushola, tapi ternyata tidak dapat. Kami sudah lapor lagi, katanya akan dianggarkan di APBD Perubahan,” jelasnya.

Eko menduga runtuhnya plafon disebabkan oleh atap yang bocor dan baja ringan penopang plafon yang tidak kuat menahan beban.

“Runtuhnya terjadi malam hari. Untung saja tidak saat jam pelajaran, karena kalau siang pasti ada siswa di dalam ruangan,” ujarnya.

Ironisnya, meski kondisi bangunan mengkhawatirkan, ruang-ruang tersebut masih digunakan untuk belajar. Eko bahkan berencana menambah bambu penyangga agar tetap bisa digunakan karena keterbatasan ruang.

“Nanti akan saya tambah satu bambu lagi. Karena ruang kelas terbatas, sementara murid kami lumayan banyak, jadi kami terpaksa tetap gunakan ruangan itu,” katanya.

Ia berharap, Dinas Pendidikan segera memberi perhatian agar kerusakan tidak bertambah parah dan tidak membahayakan siswa. Terlebih, bau kotoran kelelawar dan potensi runtuhnya plafon membuat proses belajar terganggu.

“Jumlah siswa di sini 86 anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Dua ruangan yang rusak digunakan oleh 23 siswa,” tandas Eko.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Nanti akan kami tinjau, tim sarpras (sarana dan prasarana) akan ke lokasi,” ujar Nuril singkat.

Sebagai catatan, lokasi SDN Karangjati 1 hanya dipisahkan jalan dari kantor Dinas Pendidikan Blora. Namun ironisnya, atap sekolah justru menjadi sarang kelelawar. Pantauan wartawan di lapangan mendapati ratusan kelelawar bergelantungan di plafon ruangan paling barat, dengan lantai yang dipenuhi kotoran kelelawar. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page