Lapas Pemuda Madiun Tampil Memukau di Malam Pagelaran Seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti 2025

Avatar of Lintang
Warga binaan Lapas Pemuda Madiun tampil di malam pagelaran seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti 2025.
Warga binaan Lapas Pemuda Madiun tampil di malam pagelaran seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti 2025. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menegaskan dedikasinya terhadap pembinaan warga binaan melalui program kepramukaan.

Dalam malam pagelaran seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti 2025 yang diselenggarakan di Lapas Kelas I Surabaya pada Senin (21/7/2025), penampilan warga binaan Lapas Pemuda Madiun sukses mencuri perhatian dan menjadi sorotan utama seluruh peserta.

Acara akbar ini dimulai sejak sore hari di lapangan terbuka Lapas Surabaya, di mana seluruh peserta perkemahan berkumpul penuh antusias untuk mengikuti rangkaian pembukaan.

Semangat kebersamaan begitu terasa di setiap sudut kegiatan. Memasuki malam hari, kemeriahan berpindah ke Aula Lapas Surabaya, yang menjadi panggung utama bagi pentas seni warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari berbagai lapas se-Jawa Timur.

Pada momen puncak tersebut, 5 WBP aktif binaan kepramukaan dari Lapas Pemuda Madiun, yang tergabung dalam satuan PRASDAUN (Pramuka Lapas Pemuda Madiun), mempersembahkan pertunjukan memukau.

Dengan tema ‘Messenger of Peace’, penampilan mereka berhasil memukau hadirin, menyoroti potensi dan kreativitas warga binaan dalam berkarya seni.

WhatsApp Image 2025 07 22 at 11.42.15 AM 1

Penampilan ini menjadi salah satu yang paling memukau malam itu, menampilkan kombinasi ketangkasan bela diri pencak silat, keterampilan menggunakan senjata tradisional, serta lantunan Tilawatil Quran yang menyentuh hati.

Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan mereka membawa pesan kuat tentang perdamaian, spiritualitas, dan perubahan diri. Sorak tepuk tangan dan apresiasi dari para penonton menandakan betapa penampilan ini meninggalkan kesan mendalam.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat dan dedikasi para WBP binaannya.

“Apa yang ditampilkan malam ini adalah buah dari proses pembinaan yang berkesinambungan. Mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai moral, kedisiplinan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wahyu.

Penampilan Lapas Pemuda Madiun dalam ajang ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui kegiatan kepramukaan mampu membentuk karakter dan membangkitkan potensi yang ada dalam diri warga binaan. Lebih dari itu, ini menjadi bukti bahwa tembok dan jeruji bukan penghalang untuk terus bermimpi dan berkarya.

Dengan tampil sebagai sorotan utama, Lapas Pemuda Madiun berhasil membuktikan bahwa transformasi positif bisa dimulai dari dalam lapas — dan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk bangkit, berproses, dan kembali ke masyarakat dengan wajah baru. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page