
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemberangkatan jamaah haji asal Yogyakarta tahun 2026 diproyeksikan akan dipusatkan pada embarkasi berbasis hotel di wilayah Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo menuju Tanah Suci.
Adapun sebelumnya jemaah haji asal Yogyakarta diberangkatkan melalui embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta Muhammad Tahrir menyampaikan proyeksi tersebut telah dirumuskan oleh pihak terkait. Penggunaan hotel disebutnya dikelola dengan sistem sewa.
“Yang sudah dilakukan studi kelayakan sudah dirumuskan, bekerjasama dengan Pemprov DIY melalui Kanwil Kemenag DIY dan Angkasa Pura,”katanya saat dihubungi kabarterdepan.com pada Senin (21/7/2025).
Hotel di kawasan YIA disebutnya sudah ditinjau oleh secara langsung oleh Badan Penyelenggara Haji (BPH) dan Komisi VIII DPR RI.
Pihaknya telah melakukan penghitungan keuntungan biaya efisiensi yang dikeluarkan. “Jika bicara transportasi, khususnya dari Kota Yogyakarta tentunya ini memecah atau mengurangi biaya transportasi ke Donohudan,” katanya.
Disebutnya ongkos rata-rata pemberangkatan ke embarkasi Donohudan mencapai Rp5,5 juta untuk setiap pemberangkatan kloter.
“Untuk setiap kloternya, selisih YIA dan Kota Yogyakarta dibandingkan dengan ke embarkasi Donohudan antara Rp300-Rp500 ribu setiap bus, sementara untuk 1 kloter terdiri dari 9 bus plus 1 cadangan,” ujarnya.
Keberadaan embarkasi berbasis hotel di kawasan YIA juga menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku hotel.
Tingkat hunian hotel di kawasan YIA memungkinkan meningkat selama hotel tersebut dimanfaatkan sebagai embarkasi. “Itu rata-rata keterisian 600 sampai 700 kamar,”katanya.
“Dengan kisaran diisi 3 orang mengisi 1,8 ribu hingga 2 ribuan orang untuk 1 kloter Jogja-Jawa Tengah,” imbuhnya.
Tahrir menyampaikan embarkasi nantinya membuka kemungkinan adanya jemaah haji tambahan dari daerah lain, terutama beberapa daerah di Jawa Tengah bagian barat. “Seperti eks karesidenan Banyumas yang sedianya ke Donohudan bisa dipotong ke YIA, bisa juga wilayah lainya seperti Purworejo, Purwokerto atau Kebumen,” katanya.
Tahrir menyampaikan, embarkasi YIA berbasis hotel dikelola selama periode pemberangkatan haji dengan sistem sewa. Pihaknya telah melakukan survey kepada hotel-hotel yang paling potensial untuk dijadikan sebagai embarkasi yang berdekatan dengan bandara YIA.
Adanya embarkasi YIA disebutnya dapat memecah kepadatan pemberangkatan ke tanah suci. Seperti embarkasi Solo yang mencapai 95 kloter dan pemberangkatan 4 kloter per hari, dengan adanya embarkasi YIA menjadi 2 kloter pemberangkatan per hari.
Selain melakukan studi kelayakan pihaknya menyebut adanya embarkasi YIA berbasis hotel perlu diperkuat dengan regulasi dari stakeholder terkait. (Hadid Husaini)
