
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Semangat membara menyelimuti Pendopo Graha Maja Tama (GMT) pada Minggu (20/7) pagi, saat 10 kontingen Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mojokerto secara resmi dilepas. Mereka akan berlaga di ajang akbar Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Acara pelepasan yang penuh kehangatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati M. Rizal Octavian, Ketua KORMI Dedy Ardianto, Kepala Disbudporapar Norman Handhito, serta sejumlah pejabat penting Pemerintah Kabupaten Mojokerto, menunjukkan dukungan penuh terhadap partisipasi KOSTI di Fornas.
Keberangkatan 10 kontingen KOSTI ini menjadi bukti nyata komitmen KORMI Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan olahraga masyarakat dan melestarikan budaya bersepeda tua.
Bupati Al Barra menyampaikan kebanggaannya kepada para kontingen yang dinilai membawa misi mulia. Tak hanya soal prestasi, tetapi juga mengenalkan budaya dan mengharumkan nama Mojokerto di pentas nasional.
“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim yang akan berangkat sebagai duta olahraga rekreasi Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
“Junjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Jaga nama baik daerah dan tunjukkan bahwa kontingen Mojokerto tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga berjiwa besar serta tunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa kontingen dari Kabupaten Mojokerto punya semangat juang yang tinggi seperti semangat juang para leluhurnya,” imbuhnya.
Bupati yang biasa disapa Gus Bupati juga memberikan wejangan agar kontingen menjaga semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Dia optimistis Mojokerto bakal bersinar di ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.
“Kabupaten Mojokerto patut bersyukur karena memiliki generasi muda yang berbakat, kreatif, dan penuh semangat seperti anda semua. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan disiplin tinggi Kabupaten Mojokerto menjadi juara umum di ajang Fornas ke VIII,” tegasnya.
Tak hanya itu, Gus Bupati juga berpesan agar para kontingen dapat tampil maksimal di setiap laga, menjaga kekompakan, menjaga kesehatan selama perjalanan panjang, dan menghormati budaya NTB sebagai tuan rumah.
“Selamat bertanding, junjung sportivitas dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi Insya Allah kita akan menjadi juara umum pada tahun ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Mojokerto Dedy Ardianto melaporkan, kontingen Mojokerto akan berangkat pada 25 Juli. Perjalanan dimulai dari Mojokerto menuju Pelabuhan Tanjung Perak, lalu menempuh perjalanan laut selama 22 jam menuju NTB.
“Diperkirakan sampai tanggal 26 Juli dan mengikuti lomba pada tanggal 27 Juli. Selanjutnya perjalanan pulang pada tanggal 28 Juli dan estimasi kedatangan kembali di Mojokerto estimasi tanggal 29 Juli,” terang Dedy.
Dedy menambahkan, keberangkatan kontingen didukung penuh Pemkab Mojokerto, termasuk fasilitas transportasi bus sedang, cek kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, serta support dari dua BUMD, BPR Majatama dan PDAM Majapahit.
Lebih jauh, Dedy mengungkapkan Fornas bukan sekadar kompetisi, namun sarana rekreasi, mempererat persaudaraan, dan memperkenalkan kearifan lokal Mojokerto ke panggung nasional.
“Berangkat bukan sekedar hadir. Langkahmu menginspirasi dan prestasimu diukir tak hanya juara yang kucari, namun terus menguji kemampuan mengenali diri. maka teman-teman pulanglah nanti dengan kisah berharga penuh prestasi dan cinta kepada nusantara,” tandasnya.
Dengan bekal semangat Majapahit, kontingen Mojokerto siap berlaga dan membawa pulang prestasi dari Fornas VIII di NTB. (*)
