
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Es pisang ijo buatan Bu Sukarmi yang dijajakan di depan rumah warga Jalan Semeru No.33, Mergelo, Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, berhasil mencuri perhatian karena rasanya yang segar dan manisnya pas.
Jajanan khas Makassar ini terbilang langka di Mojokerto, menjadi alasan mengapa memilih menjual produk es pisang ijo ini.
“Awalnya saya jualan saat car free day Wates dua tahun lalu. Lama-lama karena mendapat izin juga untuk jualan tetap di depan rumah, akhirnya saya buka rutin di sini karena juga tempat cukup strategis untuk berjualan,” ujar Bu Sukarmi, saat ditemui, Sabtu (19/7/2025).
Sebelum menetap, ia hanya berjualan seminggu sekali setiap CFD. Namun kini, lapaknya sudah buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, atau sampai habis. Bu Sukarmi mengaku penjualan es pisang ijo miliknya selalu habis.
Bu Sukarmi memilih menjual es pisang ijo karena belum atau jarang yang menjajakan menu tersebut di Mojokerto.
Ia sempat mencoba menambahkan menu pisang coklat, tetapi akhirnya dihentikan karena kurang diminati.
Bu Sukarmi menyediakan dua pilihan harga, lima ribu dan sepuluh ribu rupiah, dengan porsi dan kemasan yang berbeda.
“Yang lima ribu pakai plastik tebal, pisangnya kecil, santannya cukup. Kalau yang sepuluh ribu, wadahnya seperti bekal, pisangnya besar, santan lebih banyak, es batu, susu, dan gulanya dipisah,” jelasnya.
Ia mengaku senang karena respon pelanggan sejauh ini sangat positif. Banyak yang memuji rasa manisnya yang pas, tidak buat eneg, dan cocok disantap saat cuaca panas.
Es pisang ijo buatannya terdiri dari campuran bubur sumsum, bubur mutiara, dan pisang berbalut adonan hijau.
Ia tidak mengklaim punya resep khusus, tetapi percaya bahwa doa adalah bumbu terpenting.
“Kalau ditanya resep rahasia, saya tidak punya. Bumbunya ya doa,” kata Bu Sukarmi sambil tersenyum.
Ia berharap jualannya bisa terus sukses dan memberi manfaat serta usahanya berkelanjutan. (Ceci)
