Lestarikan Budaya Leluhur, Pemdes Tulungrejo Gelar Njenang & Adang Ketan Merti Bumi

Avatar of Redaksi
IMG 20250717 WA0003
Potret Njenang & Adang Ketan Merti Bumi Tulungrejo “Tulus Wigati Trustha Ing Widhi” oleh Pemdes Tulungrejo. (Yan / Kabarterdepan.com)

Batu, Kabarterdepan.com – Dalam melestarikan budaya leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Tulungrejo, Kota Batu, menggelar kegiatan acara Njenang & Adang Ketan Merti Bumi Tulungrejo “Tulus Wigati Trustha Ing Widhi”.

Tradisi budaya tersebut sebagai pengingat dan ucapan rasa syukur, kebersamaan serta penghormatan kepada leluhur warga masyarakat Desa Tulungrejo, yang setiap tahunnya dilakukan.

Kepala Desa (Kades) Tulungrejo, Suliono menjelaskan, bahwa kegiatan acara tersebut sengaja dilakukan untuk terus menguri-uri budaya yang sudah turun temurun dilakukan.

“Ya, dimana salah satu maksud dan tujuannya sebagai ucapan rasa syukur, juga sebagai simbol rasa persatuan dan kesatuan serta Desa Tulungrejo agar dijauhkan dari wabah maupun marabahaya,” terangnya kepada awak media, Rabu (16/7/2025).

Prosesi Njenang Ketan Merti Bumi tampak unik, pasalnya ketika warga berkumpul mereka memasak dan mengaduk bersama-sama.

“Itu suatu simbol rasa persatuan dan kesatuan yang harus dimulai dari keluarga sebelum meluas ke seluruh desa,” tambah Suliono.

Menurutnya, dalam proses memasak jenang tidak akan matang jika tidak diaduk secara bersama-sama antara warga satu dengan warga lainnya.

“Itu fisosfi sebagaimana jika desa tidak akan pernah bisa maju tanpa adanya rasa saling tolong-menolong, bekerjasama, gotong-royong, sehingga akan lebih makmur dan sejahtera,” ungkap Suliono.

Lebih lanjut, Suliono juga menyampaikan, bahwa kegiatan acara tersebut merupakan serangkaian dari Selamatan Desa Tulungrejo.

“Kegiatan pada hari ini merupakan serangkaian dari Selamatan Desa Tulungrejo, yang diimulai dengan atur pisungsung dengan mengumpulkan hasil bumi dari setiap dusun, kemudian dilanjutkan dengan Njenang & Adang Ketan Merti Bumi, lalu nantinya kirim doa untuk leluhur di malam harinya ke punden-punden,” paparnya.

Dalam acara puncak, masih kata Suliono, nantinya pada 26 Juli 2025 mendatang, Denga dihadiri ribuan warga masyarakat Desa Tulungrejo.

“Nanti mereka akan berkumpul di lapangan desa untuk selamatan besar, dengan diiringi pembagian hasil bumi. Pada tahun 2025 ini, selamatan desa jatuh pada bulan Suro yang dianggap keramat dalam tradisi Jawa,” urainya.

Dalam pelaksanaan berdoa kepada leluhur, menurutnya bukan hanya sekadar acara seremonial religi saja, namun akan tetapi juga sebagai napak tilas leluhur.

“Venue atau tempatnya ke depan kita kemas dengan konsep wisata religi, sebab di Desa Tulungrejo bayak menyimpan potensi-potensi yang perlu dikembangkan sebagai salah satu destinasi atau tempat wisata khususnya wisata religi,” tukasnya.

Banyak Potensi Wisata Religi yang Terus Digali

Beberapa punden atau tempat-tempat seperti makam leluhur dan situs budaya yang ada di Desa Tulungrejo, masih kata Suliono, juga berpotensi untuk dikenalkan baik tingkat nasional hingga ke kancah internasional.

“Sebenarnya potensi untuk dikelola sebagai destinasi wisata religi di Desa Tulungrejo ini banyak, yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi religi tentunya, seperti yang telah disorot oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Maka dari itu, warisan yang ada ini harus tetap selalu untuk dilestarikan, karena bagian dari sejarah bukan sekadar punden atau makam saja,” tegasnya.

Berharap kepada Generasi Muda

Sebagai generasi muda, dirinya berpesan sekaligus juga berharap, dengan keberadaan destinasi wisata religi yang ada di Desa Tulungrejo, dibutuhkan peran serta keterlibatan kepada para pemuda dan pemudi desa setempat untuk turut serta melestarikan.

“Sebagai generasi muda, jangan jadi penonton saja, saya berpesan dan berharap, agar ikut menjaga, merawat dan melestarikan, juga ikut terlibat untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan kepada publik, agar wisatawan yang berkunjung dapat mengetahui, sehingga dapat mendongkrak perekonomian bagi warga masyarakat Desa Tulungrejo,” pungkas Suliono dengan optimis. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page