Program Cek Kesehatan Gratis Blora Diikuti 210.212 Warga, Gondoriyo Tertinggi, Blora Kota Terendah

Avatar of Redaksi
IMG 20250425 WA0115
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat. (Fitri/kabarterdepan.com) 

Blora, Kabarterdepan.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 210.212 warga telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan 925.434 warga sebagai penerima manfaat program ini. Dengan demikian, cakupan layanan baru mencapai 22,7 persen.

“Dengan 210.212 warga yang sudah dilayani, Blora menempati peringkat ke-6 se-Jawa Tengah,” kata Edi, Senin (14/07/2025).

Edi menjelaskan, jumlah capaian tersebut berasal dari 211.983 warga yang mendaftar di 26 puskesmas, dengan 207.361 orang (97,81 persen) hadir sesuai jadwal pemeriksaan.

Mayoritas peserta program berasal dari kelompok usia 18 hingga 59 tahun, yaitu sebanyak 167.231 orang. Selanjutnya, 31.726 peserta merupakan warga lanjut usia (di atas 60 tahun), dan 11.255 peserta adalah anak-anak. Rinciannya, 9.705 anak usia 1–6 tahun dan 1.550 bayi berusia 1–2 hari.

Lebih lanjut, Edi menegaskan, pelaksanaan program CKG diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing puskesmas, sesuai wilayah kerjanya. Setiap puskesmas memiliki target tersendiri berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani.

“Target nasional itu 80 persen dari jumlah warga di wilayah kerja masing-masing puskesmas. Kalau di satu kecamatan ada dua puskesmas, dibagi dua sesuai cakupan wilayah masing-masing,” jelasnya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Puskesmas Bahurekso tercatat memiliki jumlah peserta terbanyak, yaitu 17.334 warga, disusul Ngawen 13.431 dan Todanan 12.950 warga.

Sementara itu, puskesmas dengan peserta relatif sedikit antara lain, Puskesmas Randulawang 4.273 warga, kemudian Kapuan 4.252, dan Gondoriyo 4.637 warga.

Namun dari sisi persentase capaian, Gondoriyo mencatatkan angka tertinggi, yakni 36,6 persen, diikuti Ngawen 32,9 persen dan Meden 32,3 persen. Puskesmas dengan capaian terendah adalah Blora Kota, yang baru menyentuh 14,1 persen.

Atas capaian itu, Edi mengimbau masyarakat Kabupaten Blora, untuk memanfaatkan program ini secara maksimal, di puskesmas terdekat.

“Untuk mengejar target nasional, kami minta warga datang ke puskesmas terdekat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinkesda berperan sebagai koordinator lintas puskesmas, sekaligus penyedia sarana, prasarana, dan bahan habis pakai untuk mendukung kelancaran program.

“Semua kebutuhan sudah kami sediakan. Tapi untuk penuntasan target, menjadi tanggung jawab masing-masing puskesmas,” pungkas Edi. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page