
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ratusan pasangan suami istri (pasutri) tampak memadati halaman Masjid Al Mubarok di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (13/7/2025) pagi.
Mereka rela antre berjam-jam demi mendapatkan kurma muda dari pohon kurma Azwa yang tumbuh di area masjid yang dipercaya mampu membantu program kehamilan, sehingga menjadi incaran banyak pasangan yang tengah menanti momongan.
Antusiasme warga pun tak hanya datang dari Mojokerto, melainkan juga dari daerah lain seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan hingga Kalimantan dan Bali.
Suasana di halaman masjid penuh dengan harapan dan doa. Tak sedikit warga yang datang membawa harapan besar akan keajaiban dari beberapa butir kurma muda.
Mereka rela berdesakan hanya untuk mendapatkan buah yang diyakini memiliki khasiat meningkatkan kesuburan.
Sebagai bentuk sedekah, kurma-kurma tersebut dibagikan secara gratis. Warga yang menerima hanya diminta mengisi kotak amal seikhlasnya, dan seluruh donasi digunakan untuk pembangunan serta operasional Masjid Al Mubarok.
Silvi, salah satu warga yang ikut mengantre, datang jauh-jauh dari Kecamatan Krian, Sidoarjo. Ia berharap kurma Azwa ini bisa menjadi wasilah mendapatkan keturunan.
“Sudah satu tahun menikah belum dapat keturunan. Semoga dengan kurma ini cepat dikasih momongan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Dian, yang hadir bersama adiknya karena sang suami tengah bertugas di Bandung.
“Katanya kurma muda ini manis dan hambar, tapi bisa jadi obat untuk kesuburan. Saya tahu dari TikTok dan penjual buah keliling,” tuturnya.
Pohon kurma Azwa ini sendiri telah tumbuh sejak tahun 1989. Ditanam oleh Haji Nur Musofa, pohon tersebut berasal dari bibit yang dibawa langsung dari Mekkah oleh seorang jamaah haji asal Mojokerto.
“Alhamdulillah, sejak ditanam tahun 1989, pohon ini berbuah. Bibit dari Mekkah, satu ditanam di masjid, satu di rumah,” terang Haji Nur Musofa.
Menariknya, perawatan pohon dilakukan dengan cara yang sederhana namun sarat nilai spiritual.
Salah satunya adalah menyiramkan air zam-zam setiap kali usai panen, untuk menjaga kesuburan tanaman. Biasanya, panen dilakukan setiap tiga hingga empat bulan sekali. (Hasan)
