Minim Angkutan Umum, Blora Usulkan Rute Baru Trans Jateng Rembang–Blora

Avatar of Redaksi
IMG 20250711 WA0119
Kepala Bidang LLAJ Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Sunyoto. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali mengusulkan pembukaan rute baru transportasi massal Trans Jateng, kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Kali ini, rute yang diusulkan adalah Rembang–Blora, menyusul adanya rute Trans Jateng baru, yaitu Jepara-Kudus-Pati (Jekuti).

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Sunyoto, menjelaskan bahwa Blora masuk dalam Wilayah Pengembangan (WP) Banglor, yaitu wilayah integrasi antara Kabupaten Rembang dan Blora.

“Sebelumnya, kami mengusulkan agar rute Trans Jateng dari Grobogan diperpanjang hingga Blora. Namun, Blora tidak termasuk dalam WP Kedungsepur, sehingga tidak dapat masuk rute tersebut,” jelas Sunyoto, Jumat (11/7/2025).

Sunyoto menjelaskan bahwa jarak maksimal untuk layanan Trans Jateng adalah 50 kilometer. Karena itu, rute Rembang–Blora yang berjarak sekitar 36 kilometer masih sesuai persyaratan pengajuan.

Namun jika rute diperpanjang hingga Kecamatan Cepu, kata Sunyoto, total jaraknya menjadi 74 kilometer dan tidak memenuhi ketentuan.

“Sementara rute Rembang–Blora memenuhi syarat, sedangkan Rembang–Cepu terlalu jauh. Kami usulkan sesuai batas maksimal yang diizinkan,” tambahnya.

Menurutnya, rute baru ini berpotensi terintegrasi dengan jaringan Trans Jateng lainnya, khususnya rute Jepara–Kudus–Pati atau Jekuti, yang dapat mempermudah akses hingga ke Semarang.

“Untuk armada, kami mengikuti kebijakan provinsi. Kami hanya fokus pada pengajuan dan pemenuhan syarat,” ujarnya.

Sebelumnya, ungkap Sunyoto, Pemkab Blora juga telah menyusun kajian untuk perpanjangan rute Trans Jateng Kedungsepur, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida).

Menurutnya, kajian itu menunjukkan sekitar 3.000 warga Blora akan menerima manfaat langsung atas perpanjangan rute tersebut, terutama mereka yang bekerja di Pabrik Wirosari, Grobogan.

“Kajian tersebut menilai aspek kebutuhan masyarakat dan kelayakan sarana prasarana. Semuanya sudah memenuhi syarat,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat ini jumlah angkutan umum di Kabupaten Blora hanya tersisa 74 unit, jauh dari jumlah ideal yaitu sekitar 250 unit untuk melayani 16 kecamatan. Kondisi ini membuat banyak warga kesulitan mengakses transportasi, terutama ke wilayah perbatasan. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page