
Pasaman, Kabarterdepan.com – Sektor perikanan air tawar di Kabupaten Pasaman terus berkembang sebagai salah satu pilar ekonomi lokal yang menjanjikan. Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terhadap penguatan sektor ini kembali ditegaskan melalui rencana penambahan satu unit pabrik pakan ikan guna menunjang kebutuhan petani ikan di daerah tersebut.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Pasaman telah memiliki satu unit pabrik pakan ikan yang dibangun pada tahun 2022 melalui APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1 ton per jam.
“Pabrik ini merupakan capaian penting dan menjadi kebanggaan masyarakat Pasaman, khususnya para petani ikan. Ketersediaan pakan ikan yang berkualitas dan terjangkau mulai terjawab, dan hal ini tentu sangat membantu dalam menurunkan biaya produksi,” ujarnya, Selasa (8/7/2025).
Meski demikian, Welly menegaskan bahwa kapasitas yang ada saat ini baru memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan pakan ikan di Pasaman. Oleh karena itu, upaya penambahan unit produksi baru menjadi kebutuhan mendesak, mengingat posisi strategis Pasaman sebagai salah satu sentra perikanan air tawar terbesar di Sumatera Barat.
“Dengan adanya penambahan kapasitas, kita berharap kebutuhan pakan ikan lokal bisa terpenuhi dengan baik, sehingga harga pakan menjadi lebih stabil dan terjangkau oleh petani ikan,” tambahnya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyatakan dukungan penuh atas pengembangan sektor perikanan di Pasaman. Ia menilai potensi budidaya ikan air tawar di daerah ini sangat besar, dan peningkatan kapasitas produksi pakan merupakan langkah strategis untuk menunjang produktivitas tersebut.
“Kami sangat optimis bahwa produksi ikan air tawar di Pasaman bisa terus meningkat. Karena itu, kita berupaya menambah satu unit pabrik pakan ikan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Kita juga berharap adanya peran dari seluruh pihak agar kebutuhan pakan ini bisa terealisasi secepatnya, sehingga petani ikan dapat memanfaatkan hasil produksi sendiri yang berkualitas,” tegas Mahyeldi.
Dalam kesempatan kunjungannya, Gubernur Mahyeldi juga melakukan ramah tamah bersama pembudidaya ikan dan para penyuluh perikanan di Kampung Perikanan Budidaya Kelompok Saiyo Saolo, yang berlokasi di Rambahan, Kecamatan Rao Selatan. Dalam dialog tersebut, para pembudidaya menyampaikan aspirasi mereka terkait perlunya perbaikan irigasi Batang Sumpur yang vital bagi keberlangsungan usaha budidaya.
Aspirasi ini langsung ditanggapi secara responsif oleh Gubernur Mahyeldi, yang saat itu juga menghubungi langsung Kepala Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat guna menindaklanjuti permintaan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman, M. Dwi Richie, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi yang terus mendorong penguatan sektor perikanan secara konkret dan kolaboratif. Ia menyebut bahwa langkah-langkah ini sangat sejalan dengan visi dan misi Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe, terutama dalam upaya mewujudkan sektor pertanian dan perikanan yang andal dan berdaya saing.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat ini merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan. Kami optimis bahwa Pasaman bisa menjadi salah satu pusat ketahanan pangan berbasis perikanan di Sumatera Barat,” tutup Richie. (FajarPR)
