
Blora, Kabarterdepan.com – Kerusakan Jalan provinsi, pada ruas Cepu–Doplang di Kabupaten Blora akan segera diperbaiki dalam waktu dekat, dengan gelontoran uang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) Tahun Anggaran 2025.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Dinas PU Binamarga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Binawan Nur Tjahjono menjelaskan perbaikan jalan tersebut dilakukan dibeberapa titik, dengan total panjang 2,20 kilometer.
“Total panjang jalan yang diperbaiki 2,20 kilometer, dengan anggaran sebesar Rp 22,72 miliar,” ujar Binawan, Senin (07/07/2025).
Dikatakan, perbaikan ruas jalan tersebut menggunakan dana dari APBD Pemprov Jateng tahun 2025. Nantinya, proyek akan menggunakan metode rigid beton dan overlay aspal, menyesuaikan kondisi kerusakan di lapangan.
“Lokasi dari Desa Ngraho (Kecamatan Kedungtuban) hingga Desa Mrenung (Kecamatan Cepu) akan menggunakan rigid beton. Sementara di wilayah Kecamatan Kedungtuban akan dilakukan overlay aspal,” jelas Binawan.
Saat ini, proyek masih dalam masa sanggah dan menunggu penandatanganan kontrak. Setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan jalan akan langsung dikerjakan.
“Masa sanggah masih berjalan, kemungkinan sekitar satu minggu lagi pengerjaan bisa dimulai,” tambahnya.
Lebih lanjut, proyek perbaikan jalan tersebut, juga akan didampingi oleh konsultan pengawas yang sudah siap membantu pengawasan di lapangan.
Binawan menyebutkan, untuk pelaksanaan proyek dibeberapa titik tersebut, dengan total panjang 2,20 kilometer, ditargetkan selesai pada akhir tahun anggaran 2025.
“Rencana selesai hingga akhir tahun,” ujarnya singkat.
Sebagai informasi, jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Grobogan dari jalur selatan ini memiliki panjang fungsional 45,34 kilometer. Namun, masih tersisa 7,69 kilometer yang belum tersentuh betonisasi.
Jalan tersebut sebelumnya pernah diusulkan ke pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) pada 2023 dengan total anggaran Rp 65,3 miliar, untuk mengatasi kerusakan dan melanjutkan betonisasi secara menyeluruh. (Fitri)
