Pokdarwis Kampung Ngawen Panen Kopi, Bupati Gunungkidul Minta Infrastruktur Dibangun Dorong Potensi Wisata

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 07 05 at 17.45.53 6ed339c6
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih Ikut memanen kopi bersama Kelompok Sadar Wisata Kampung Ngawen, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY, Sabtu (5/6/2025). (Pemkab Gunungkidul / Kabarterdepan.com)

Gunungkidul, Kabarterdepan.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ngawen, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul melakukan panen raya kopi, Sabtu (5/7/2025).

Bersama Bupati Gunungkidul, Endah subekti Kuntariningsih, Pokdarwis setempat berhasil memanen total 30 kilogram kopi yang nantinya akan disuplai ke sejumlah kafe.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Kampung, Ngawen Wagino, menyampaikan bahwa gunung yang memiliki potensi wisata religi ini memiliki sejarah yang kuat.

Kendati begitu, menurutnya hal itu tidak cukup tanpa ada dukungan dari para anak muda untuk mengembangkan wisata.

“Gunung Gambar memiliki nilai sejarah yang sangat kuat, tetapi kami sadar anak-anak muda dan wisatawan milenial perlu daya tarik lain. Karena itu kami kembangkan kopi ini,” katanya.

Ia menyampaikan, berdasarkan catatan Perpustakaan Mangkunegaran, tanaman kopi di kawasan tersebut sudah ada sejak zaman VOC.

Hingga saat ini, kondisi budidaya kopi tersi dikembangakan melibatkan kampus, salahsatunya mahasiswa Kuliah kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami dibantu dalam menghidupkan kembali budidaya kopi untuk daya tarik wisata,” jelasnya.

Upaya tersebut menurut Wagino tidak terlepas dari tantangan seperti keterbatasan mengakses sumber mata air.

Di satu sisi, banyaknya permintaan pasar menjadi tuntutan tersendiri di tengah keterbatasan lahan tersebut. “Kalau ada izin membuka lahan, mungkin bisa lebih luas,”ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan kawasan gunung kembar perlu ada potensi lain yang dikembangkan selain wisata religi.

Ia mendorong agar wilayah tersebut bisa mendorong investor untuk masuk melalui wisata yang ada.

“Bagaimana caranya agar Kelurahan Kampung punya salah satu objek wisata yang mampu mendatangkan investor dan wisatawan,” kata Wagino.

“Sehingga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang secara ekonomi. Karena itu, semua tokoh dan teman-teman dari fakultas pertanian harus berkolaborasi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, potensi kopi Gunung Gambar dapat dilembangkan menjadi ikon baru. Hal tersebut dapat dikemas melalui produk Kopi instan dan wisata edukasi petik kopi.

“Kita buat brand baru, misalnya kafe, karena kopi tidak akan basi dan saat ada tamu tinggal diseduh. Dari situ bisnis bisa berkembang,” jelas Endah.

Gunungkidul dengan potensi rata-rata 25 ribu kunjungan wisatawan setiap akhir pekan disebutnya bisa menjadi celah bagi masyarakat untuk mempopulerkan kopi khas Bumi Handayani.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan pihaknya mendukung penuh pengembangan kopi di kawasan Gunung Gambar.

Terkait dengan kebutuhan air untuk kebutuhan budidaya kopi, ia menyampaikan telah mempersiapkan berbagai hal.

Meskipun begitu berbagai rencana urung dilakukan karena terbentur efisiensi anggaran pemerintah.

“Sudah kami petakan kebutuhan air. Sebenarnya sudah dianggarkan pembuatan sumur bor, tetapi tahun ini tertunda karena efisiensi anggaran,” ujarnya.

Pihaknya berupaya agar kebutuhan tersebut bisa segera terealisasi tahun depan. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page