
Sampang, kabarterdepan.com – Bupati Sampang Slamet Junaidi resmi melantik Amin Arif Tirtana sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang, bersama Siti Muathifah sebagai anggota Dewan Pengawas. Acara pelantikan berlangsung di Pendopo Trunojoyo, Rabu (25/6/2025).
Nama Amin Arif Tirtana memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinannya.
Dalam bahasa Arab, “Amin” berarti “dapat dipercaya” atau “jujur”, menggambarkan integritas dan amanah yang diharapkan dalam menjalankan tugas.
“Arif”, juga dari bahasa Arab, merujuk pada “kebijaksanaan” dan “pemahaman mendalam”, menunjukkan harapan akan kepemimpinan yang bijak.
Sementara “Tirtana”, dari bahasa Sanskerta, berarti “air suci” atau “air yang mensucikan”, selaras dengan misi PDAM untuk menyediakan air bersih yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Kombinasi nama ini seolah menjadi doa agar Amin mampu memimpin dengan integritas, kebijaksanaan, dan dampak positif bagi Sampang.
Dalam sambutannya, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan harapan besar terhadap direksi baru.
“Kami percaya Amin Arif Tirtana akan membawa PDAM Trunojoyo menjadi BUMD yang profesional, dengan pelayanan air bersih yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat Sampang,” ujarnya.
Amin Arif Tirtana, alumni Pondok Pesantren Al-Khoirot Bata-Bata, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Saya akan fokus pada peningkatan efisiensi manajemen dan kualitas pelayanan, agar air bersih dapat diakses seluruh masyarakat Sampang secara merata,” kata Amin.
Sementara itu, Siti Muathifah, anggota Dewan Pengawas, menekankan pentingnya sinergi dalam mewujudkan visi perusahaan.
“Peran pengawasan akan dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas untuk mendukung PDAM Trunojoyo sebagai pilar pembangunan daerah,” ungkapnya.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman Amin, serta dukungan dari Dewan Pengawas, PDAM Trunojoyo diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memperkuat perannya sebagai penyedia air bersih yang andal.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mentransformasi PDAM Trunojoyo menjadi BUMD yang lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Fais)
