Mojokerto Bangkit Lewat Karya, Reonold Dwi Aditya Kembangkan Wisata Mobil Klasik

Avatar of Redaksi

 

Screenshot 20250626 153948
Reonold  Dwi Aditya, Enterpreneur Transportasi Wisata asal Mojokerto saat menerima penghargaan di acara HUT Kabar Terdepan. (Ceci/kabarterdepan.com) 

Kota Mojokerto kabarterdepan.com – Mojokerto mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif, salah satunya berkat inovasi Reonold Dwi Aditya, perintis bisnis transportasi wisata yang menyulap mobil klasik menjadi armada eksklusif untuk tur alam dan desa.

Usaha yang dirintis sejak pandemi ini kini tumbuh pesat dan menjadi ikon baru di wilayah Trawas dan Pacet.

Reonold mengaku terinspirasi dari pesona Batu, Malang. Ia melihat potensi wisata di Mojokerto yang belum tergarap maksimal.

“Kenapa harus ke Batu kalau Trawas dan Pacet punya alam yang tidak kalah indah?” ungkapnya saat ditemui di acara HUT Kabar Terdepan, Senin (23/06/2025).

Secara perlahan, bisnis rental mobil yang diberi nama Rajawali Garage ini berkembang ke wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Hingga saat ini, Rajawali Garage telah memiliki sekitar 50 unit mobil dari berbagai tipe dan tahun untuk mendukung layanan wisata dan tour. Strategi ekspansi tersebut bertujuan agar wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk menikmati pengalaman tur dengan nuansa premium.

“Mobil tua itu mahal sewanya, perawatannya juga tinggi. Tapi saya tanamkan bahwa saya jual kualitas, bukan harga murah,” ujar Reonold menceritakan tantangannya.

Konsistensi itu kini berbuah manis, pelanggan puas dan banyak yang melakukan pemesanan ulang.

Dalam prosesnya, ia sempat diremehkan oleh masyarakat ketika mulai memperkenalkan konsep wisata berbasis desa. Namun Reonold tetap optimis. Ia bahkan menggandeng warga lokal dan pelaku UMKM sebagai bentuk kolaborasi dan apresiasi.

“Banyak orang awalnya tidak tahu jalan ke spot wisata itu, bahkan warga Mojokerto sendiri. Tapi setelah kita bangun, kini semua bisa menikmatinya. Itu kebanggaan tersendiri bagi saya,” tuturnya.

Saat menerima piagam penghargaan dari Kabar Terdepan, Reonold merasa belum pantas jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh besar lainnya. Meski begitu, ia percaya kontribusinya dalam menciptakan wisata baru bisa memberi dampak nyata bagi daerah.

Reonold memegang prinsip kerja keras dan kejujuran sebagai fondasi bisnisnya. Ia menyampaikan bahwa ayahnya selalu menasehati untuk menjalani, menikmati, dan mensyukuri proses.

“saya lebih menghargai orang tidak bisa apa-apa tapi jujur, daripada orang pintar tapi tidak jujur,” tegasnya.

Sumber semangat Reonold datang dari prinsip bahwa hidup adalah perjuangan.

“Kalau sudah basah berenang, sekalian tenggelam. Mending gagal karena mencoba, daripada tidak mencoba sama sekali,” urainya.

Sebagai generasi muda, ia berpesan agar jangan terlalu pemilih soal gaji. Baginya, yang penting adalah mau memulai dan yakin pada potensi.

“Jalani dulu, nanti terbentuk jalannya sendiri,” ucapnya mantap.

Ke depan, Reonold menargetkan Mojokerto menjadi pusat ekonomi wisata berbasis desa dan UMKM. Ia ingin sektor mikro berjalan aktif dan berkelanjutan, sementara sektor makro bisa didukung pemerintah.

“Kolaborasi itu bukan hal buruk. Justru berbagi ilmu dan pengalaman itu memperkuat. Anak muda jangan takut kerja bareng,” pesannya.

Menutup wawancara, Reonold menyampaikan pesan hidup yang menjadi pegangannya.

“Hidup ini taruhan. Kalau kamu tidak mau berkorban untuk masa depanmu, maka bersiaplah bersusah di masa tuamu dan Jadilah pemenang yang dulunya kalah dan jangan jadi pencundang yang tidak mau mencoba,” pungkasnya. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page