Penggerebekan Pesta Gay Berkedok Family Gathering di Puncak Bogor, 30 Orang Reaktif HIV dan Sifilis

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 26 at 09.32.30 f1034742
Potret penggerebekan pesta gay berkedok Family Gathering. (@fakta.indo)

Bogor, Kabarterdepan.com – Sebuah video viral di media sosial, sebanyak 75 orang diamankan aparat Polres Bogor setelah diduga terlibat dalam kegiatan pesta gay dengan kedok acara “Family Gathering” di sebuah vila kawasan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025) malam.

Kegiatan tersebut diduga mengandung unsur penyimpangan seksual dan dicurigai sebagai pertemuan komunitas LGBT.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi.

Saat penggerebekan berlangsung, para peserta sedang mengikuti berbagai kegiatan hiburan seperti lomba menyanyi, menari, dan kontes bertajuk The Big Star.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, mengatakan bahwa dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mendukung dugaan adanya pesta seks.

Barang-barang tersebut antara lain satu bilah pedang yang digunakan sebagai properti pertunjukan seni, empat bungkus kondom baru, serta sejumlah obat-obatan dan vitamin.

“Pedang itu diakui oleh pemiliknya sebagai alat untuk kontes atau alat untuk tampilan seni tarinya, di luar itu ada alat kontrasepsi. Kami dapati ada empat alat kontrasepsi yang masih baru dan masih terbungkus. Selain itu, kami mendapatkan juga beberapa vitamin dan obat-obatan,” bebernya, Rabu (25/6/2025).

Menurut kepolisian, peserta pesta berjumlah 75 orang, terdiri dari 74 laki-laki dan satu perempuan, dengan rentang usia 21 hingga 50 tahun.

Mereka diketahui berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu.

Pasca penggerebekan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh peserta. Dari hasil tes yang dilakukan, sebanyak 30 orang dinyatakan reaktif HIV dan sifilis, sementara 45 lainnya non-reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati, mengonfirmasi hasil tersebut dan mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penanganan sesuai domisili peserta.

“Penanganan pasien yang reaktif di wilayah Kabupaten Bogor akan dilakukan oleh puskesmas Kabupaten Bogor. Untuk yang reaktif di luar wilayah Kabupaten Bogor akan dikoordinasikan ke dinkes wilayah tersebut,” jelas Fusia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page