
Madiun, Kabarterdepan.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar ibadah virtual bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Nasrani pada Rabu (25/6/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.4-UM.01.01-401 yang memperpanjang pelaksanaan ibadah daring untuk seluruh WBP Nasrani di Indonesia selama empat bulan ke depan.
Ibadah yang dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting ini diikuti oleh sejumlah WBP Nasrani di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun.
Petugas Lapas turut mendampingi para WBP untuk memastikan jalannya ibadah berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan protokol yang berlaku.
Pelaksanaan ibadah secara daring ini menjadi salah satu upaya Lapas Madiun dalam memenuhi hak-hak spiritual warga binaan di tengah keterbatasan mobilitas.
Pelaksanaan ibadah berlangsung di Gereja Oikumene yang berada di dalam lingkungan Lapas Pemuda Madiun. Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ibadah tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kekeluargaan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memenuhi hak beragama bagi para warga binaan.
“Kami mendukung penuh program pembinaan kerohanian melalui ibadah online ini. Meskipun dilaksanakan secara virtual, esensi dari kegiatan ini tetap sampai kepada para warga binaan. Harapan kami, kegiatan ini dapat memperkuat iman, memperbaiki diri, serta menjadi bekal positif saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Wahyu.
Kegiatan ibadah secara daring ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus mencerminkan semangat pelayanan yang humanis dan berkeadilan. (*)
