
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Malam puncak Grand Final Gus Yuk Kota Mojokerto 2025 menobatkan Alfonsus Galen Krisno Putra dan Rechia Helena Putri Endri sebagai Duta Pariwisata Kota Mojokerto 2025.
Dalam pidatonya, Rechia atau Yuk Chia menyampaikan bahwa menjadi model profesional dan duta pariwisata merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap dunia seni dan budaya.
“Dengan potensi yang saya miliki, menginspirasi saya untuk membuat Han Craft. Diambil dari kata Han yang merupakan salah satu suku China, dan Craft yaitu kerajinan tangan sehingga terciptalah advokasi antara dunia fashion dan keberagaman adat dan budaya yang ada di Klenteng Hok Sian Kiong,” jelasnya, Sabtu (14/6/2025).
Sementara itu, Alfonsus Galen Krisno Putra atau Gus Galen sejak kecil memiliki ketertarikan terhadap dunia musik. Ia ingin terus melestarikan musik tradisional.
“Melalui karya dan dedikasi dalam mewujudkan festival musik tradisional untuk memperingati bulan Bung Karno, saya ingin terus melestarikan budaya daerah dan menjadikannya jembatan antara tradisi dan generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Tak lupa juga dalam sesi menjawab pertanyaan, Gus Galen dan Yuk Chia menyampaikan cetusan sebuah ide yang menarik.
Pertanyaan datang dari Dandim 0815/Mojokerto yang menyangkut bagaimana peran Duta Wisata Kota Mojokerto dalam membantu percepatan perwujudan tourism 5.0 di Kota Mojokerto yang kuat dan berkelanjutan.
Gus Galen menyampaikan jawaban yang inspiratif yaitu dengan cara membuat konten-konten menarik dan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan wisata.
“Kehidupan masyarakat zaman sekarang tidak jauh dengan peran media sosial. Media sosial bagaikan jantung dari hidup masyarakat zaman sekarang. Untuk mendukung tourism 5.0 saya memiliki inovasi membuat aplikasi bernama Mojokerto Jalan-jalan, di mana wisatawan dari luar Kota Mojokerto bisa mengunduh aplikasi tersebut untuk mengetahui peta, tempat ibadah, dan kuliner rekomendasi yang ada di Kota Mojokerto,” papar Gus Galen.
Sejalan dengan Gus Galen, Yuk Chia pun ikut memberikan inovasi dalam tata kelola yang telah tercantum pada program Wali Kota Mojokerto Ning Ita yang ke empat.
“Hal ini membuktikan bahwa pemerintah Kota Mojokerto telah memperhatikan tata kelola dari Kota Mojokerto. Saya sebagai duta wisata Kota Mojokerto memiliki inovasi yaitu membuat QR Code di setiap wisata yang ada di Kota Mojokerto supaya para wisatawan dapat melihat sejarah secara langsung. Melalui scan sudah bisa melihat sejarah serta budaya atau informasi lebih lanjut mengenai wisata tersebut,” bebernya. (Izhah)
