Jenazah Istri Pengasuh Ponpes yang Tenggelam di Pantai Pacitan Tiba di Rumah Duka dan Langsung Dimakamkan

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 21 at 8.44.16 AM
Prosesi salat jenazah. (Redaksi Kabar Terdepan)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Quran, di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Jenazah Azmil Mukaromah (44), salah satu korban tenggelam di Pantai Pancer Door, Pacitan, tiba di rumah duka, Jumat (20/6/2025) malam.

Pantauan di lokasi, iring-iringan ambulans datang sekitar pukul 20.54 WIB. Selanjutnya jenazah pun langsung disalatkan di masjid pesantren sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga pondok.

Azmil Mukaromah merupakan istri dari Muhammad Samsudin, pengasuh Ponpes Riyadhul Quran. Ia menjadi salah satu dari lima anggota keluarga yang terseret ombak saat berwisata ke Pantai Pancer Door pada Jumat siang. Hingga kini, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan SAR.

Setibanya di pesantren, jenazah langsung disambut isak tangis para santri dan warga. Setelah disalatkan, ratusan pelayat melakukan doa bersama dan tahlilan sebelum jenazah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di lingkungan pondok.

Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa ini. Ia juga memastikan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap membantu proses evakuasi tiga korban lain yang masih hilang, apabila dibutuhkan oleh tim SAR di lokasi.

“Saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan dari Pacitan, Polairud, Basarnas, dan BPBD Trenggalek. Jika diperlukan, kami dari BPBD Kabupaten Mojokerto siap mengirimkan tim tambahan ke lokasi untuk membantu proses pencarian,” ungkapnya.

Peristiwa tragis ini terjadi saat lima anggota keluarga dari Mojokerto, yang semuanya merupakan pengasuh dan keluarga besar Ponpes Riyadhul Quran, berwisata ke Pantai Pancer Door.

Gelombang tinggi diduga menjadi penyebab mereka terseret arus laut. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya hingga kini belum ditemukan.

Pihak keluarga besar Ponpes berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh korban dapat ditemukan. Suasana haru dan doa terus mengalir dari para santri dan masyarakat setempat untuk keselamatan dan ketabahan keluarga korban. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page