Ribuan Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan ke 35 Provinsi, Diminta Wujudkan Ketahanan Pangan

Avatar of Redaksi
IMG 20250621 WA0013
Pelepasan mahasiswa KKK-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di Lapangan Pancasila, Jumat (20/6/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com) 

Sleman, kabarterdepan.com — Ribuan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) terjun ne 35 provinsi di Indonesia untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM).

Dari 35 provinsi ada 122 kabupaten/kota dan 236 kecamatan di Indonesia dimana mahasiswa akan mengabdi sementara waktu ke masyarakat.

Tema yang diusung pada tahun ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM”.

Dalam pelepasan mahasiswa KKN-PPM, Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan perubahan di masyarakat bawah melalui berbagai pendampingan yang dilakukan.

“Arah baru orientasi KKN-PPM UGM ke depan tidak hanya menitikberatkan pada peran mahasiswa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga perlu berfokus pada penentuan tema yang lebih strategis,” kata Rektor dalam pidato pengaruhnya di Lapangan Pancasila, Jumat (20/6/2025).

Sehingga dibutuhkan peran aktif dari mahasiswa untuk berbagai fungsi, seperti memperkuat ketahanan pangan desa serta menanamkan kepekaan sosial dan kepemimpinan berk3lanjutan bagi generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia menyampaikan  pembangunan daerah juga bagian dari peran yang diberikan oleh kampus melalui program KKN.

Banyaknya tema pembangunan, disebutnya sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong UMKM. Mahasiswa KKN disebutnya bisa melakukan pendampingan dalam hal ekspor serta memetakan usaha yang memiliki potensi.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si menyampaikan apresiasi kepada UGM yang telah mempertahankan program KKN dalam mendorong kontribusi kampus bagi pembangunan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Menteri menegaskan berbagi tema program KKN PPM UGM sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendorong agar UMKM berfokus pada produk siap ekspor.

“Banyak yang bisa dilakukan  pemberdayaan UMKM. Kami punya program UMKM bisa ekspor, mahasiswa bisa membantu identifikasi mana usaha masyarakat yang memiliki potensi ekspor,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat Arie Sudjito menyampaikan, mahasiswa memiliki berbagai tantangan dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Disebutnya, ketahanan pangan menjadi isu krusial di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata terutama di wilayah pedesaan.

“Perlu adanya peningkatan kapasitas petani lokal  serta diversifikasi komoditas dan pendekatan terhadap pemanfaatan teknologi memiliki peran penting,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page