Pertama di Sumbar, Bupati Pasaman Gratiskan Layanan Ambulans untuk Warga

Avatar of Redaksi
IMG 20250618 WA0046
Bupati Pasaman, Welly Suhery. (FajarPR/Kabarterdepan.com)

Pasaman, Kabarterdepan.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman tengah bersiap merealisasikan salah satu program unggulan yang dijanjikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Welly Suheri–Parulian Dalimunthe, yakni layanan ambulans gratis untuk masyarakat, termasuk untuk pengantaran jenazah.

Program ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Juli 2025, dan menjadi yang pertama di Sumatera Barat (Sumbar) yang sepenuhnya menggratiskan layanan ambulans, termasuk untuk jenazah.

Sebelumnya, masyarakat harus membayar biaya ambulans berdasarkan jarak tempuh, yang selama ini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari rumah sakit maupun puskesmas.

“Dalam tahun ini kita akan realisasikan program ambulans gratis untuk masyarakat Pasaman. Tidak hanya untuk membawa pasien, tapi juga jenazah dari rumah sakit atau rumah duka hingga ke pusara,” kata Bupati Pasaman, Welly Suheri.

Langkah ini disebut sebagai terobosan kebijakan pelayanan publik. Pemkab Pasaman memutuskan untuk tidak lagi menjadikan layanan ambulans sebagai sumber PAD, melainkan dialihkan menjadi layanan sosial yang ditanggung daerah.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuanku Imam Bonjol Pasaman, dr. Yong Marzuali, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan teknis menuju peluncuran layanan ambulans gratis ini.

“Ambulans yang stand-by untuk program ini sebanyak tujuh unit, ditambah ambulans yang sudah tersedia di setiap Puskesmas dan RS Tuanku Rao,” ujar dr. Yong saat ditemui, Selasa (17/6).

Ia menjelaskan, layanan ini khusus diberikan kepada warga Pasaman, dan pengantaran jenazah hanya meliputi wilayah dalam kabupaten. Sementara untuk pengantaran pasien rujukan antar fasilitas kesehatan, layanan ambulans tetap gratis sebagaimana sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, layanan ambulans pengantar jenazah dikenakan tarif dan menjadi sumber PAD dengan pendapatan mencapai Rp180 juta pada tahun lalu. Namun kini, seluruh skema layanan akan disusun ulang melalui Peraturan Bupati, termasuk pengaturan operasional kendaraan dan penempatan sopir.

“Ini adalah program prioritas dari bapak bupati. Untuk itu kami akan pastikan seluruh kesiapan berjalan baik. Tujuannya satu: memberikan kemudahan dan keadilan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat kecil,” tambah dr Yong.

Peluncuran program ambulans gratis ini diperkirakan menjadi momen penting dalam reformasi layanan publik di Pasaman, sekaligus menjadi contoh konkret dari komitmen kepala daerah dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. (FajarPR)

Responsive Images

You cannot copy content of this page