Pertamina Kirim 40 Rit Tanah Urug di Jalan Semanggi, Warga Blora Swadaya Tambah 11 Rit

Avatar of Redaksi
IMG 20250617 WA0034 11zon
Alat berat yang memperbaiki jalan menuju Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Blora sedang berhenti bekerja. (Fitri / Kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Pertamina EP Cepu Field Zona 11 menurunkan sebanyak 40 rit tanah urug (grosok) untuk memperbaiki jalan menuju Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Namun, jumlah tersebut dinilai masih kurang oleh warga, sehingga mereka secara swadaya menambah tanah urug.

Kepala Dusun (Kadus) Ngodo, Desa Semanggi, Sumarji, menyampaikan bahwa perbaikan jalan rusak tersebut juga didukung oleh desa dan masyarakat setempat.

“Totalnya ada 51 rit tanah grosok. Dari Pertamina 40 rit, sementara dari desa dan masyarakat ada 11 rit,” ujar Sumarji, Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, bantuan dari Pertamina tidak disertai dengan rincian kebutuhan per titik, meski sebelumnya sudah disetujui perbaikan di 10 titik.

“Pihak Pertamina hanya memberikan informasi bahwa sudah diturunkan 40 rit. Tidak dirinci kebutuhan masing-masing titiknya,” jelasnya.

Karena volume tanah urug dari Pertamina tidak mencukupi, warga bersama pemerintah desa memutuskan untuk melengkapi kekurangannya secara gotong royong.

“Jadi hasil swadaya masyarakat dan bantuan dari desa itu menambah 11 rit tanah grosok,” tambah Sumarji.

Diketahui, bantuan dari Pertamina diberikan setelah adanya aksi warga Desa Semanggi yang menghadang kendaraan berat milik perusahaan tersebut.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang dianggap diakibatkan oleh aktivitas kendaraan pengangkut alat berat dan minyak.

Jalan yang dimaksud merupakan akses utama menuju lokasi pengeboran milik Pertamina, yang menghubungkan Pos Ngodo BKPH Kalisari hingga Dukuh Ngodo, sepanjang sekitar 4 kilometer.

Jalan ini mengalami kerusakan parah, termasuk jembatan di dalamnya. Warga menilai kerusakan tersebut dipicu oleh lalu-lalang kendaraan berat milik Pertamina, khususnya vacuum truck yang digunakan untuk pengangkutan minyak.

Mereka menilai selama ini perusahaan belum menunjukkan kontribusi nyata dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page