
Blora, Kabarterdepan.com – Dukungan terhadap pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di wilayah Blora Kota kembali disuarakan oleh masyarakat setempat.
Bahkan masyarakat Blora kota, melakukan aksi damai di Jalan Baru, Selasa (17/6/2025). Tempat itu, sempat dipilih sebagai titik pendirian UNY di Kabupaten Blora sebelum muncul pemindahan di Kecamatan Cepu.
Masyarakat setempat menilai pendirian kampus di pusat kota adalah langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Blora.
“Kami sepakat dengan mayoritas masyarakat Blora bahwa kampus UNY seharusnya berada di Blora Kota,” ujar Keluk Pristiwahana, saat ditemui di lokasi aksi.
Menurutnya, pembangunan UNY di Blora kota adalah tentang pemerataan pembangunan, antara Kecamatan Cepu dan pusat kota.
“Jangan biarkan ketimpangan terus berlangsung di Kabupaten Blora,” tambahnya.
Lebih lanjut, Keluk menilai, pembangunan UNY di Blora Kota, dapat menjadi warisan nyata pemerintahan Bupati Blora saat ini. Sehingga masyarakat dapat mengenang perjuangan Bupati Blora selama dua periode.
“Ini sebenarnya kesempatan bagi Pak Bupati untuk meninggalkan legacy yang jelas. Sampai sekarang belum ada peninggalan pemerintahan yang benar-benar berkesan bagi rakyat. UNY di Blora kota bisa menjadi salah satunya,” tegasnya.
Disisi lain, Keluk juga menyinggung adanya penolakan dari segelintir mahasiswa terhadap rencana lokasi UNY di Blora Kota, yang menurutnya terkesan sebagai bagian dari gerakan sistematis untuk menggagalkan rencana tersebut.
“Kami akan terus mengawal proses ini secara normatif. Jangan ada lagi gerakan penolakan yang tidak berdasar,” tegas Keluk.
Keluk menegaskan, gerakan sistematis untuk menggagalkan pendirian UNY di Blora kota, disinyalir dari banyak pihak yang memiliki kepentingan. Ia menegaskan, akan melawan pihak yang tidak mendukung pemerataan pembangunan.
“Kami akan melawannya dengan cara-cara konstitusional,” ujarnya.
Ditambahkan, Pihaknya mewakili masyarakat Blora kota, juga menyoroti adanya dugaan pembatasan ruang gerak masyarakat, dalam menyuarakan dukungan terhadap pembangunan kampus.
“Aksi massa ini dibatasi, dan hanya di area tertentu. Ini mencurigakan,” ujarnya.
Ia menuding, adanya tekanan dari banyak pihak atas pembatasan aksi tersebut. Baik dari eksekutif, legislatif, atau bahkan yudikatif, untuk meredam dukungan publik atas pembangunan UNY di Blora kota.
Kendati demikian, Keluk memastikan aksi dukungan yang dilakukan bersama masyarakat Blora kota, berkomitmen menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai konstitusi.
“Pembangunan UNY ini bukan sekadar mendirikan kampus. Ini adalah simbol kemajuan dan keadilan pembangunan bagi Kabupaten Blora,” tambahnya. (Fitri)
