
Jakarta, Kabarterdepan.com – Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui kemudahan pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mengaktifkan 80.000 koperasi desa yang kuat secara kelembagaan dan efisien secara biaya di seluruh pelosok negeri.
Terobosan signifikan datang dari kolaborasi Kementerian Koperasi dengan Ikatan Notaris Indonesia. Kerja sama ini berhasil menekan biaya pendirian koperasi secara drastis, dari semula Rp5-7 juta kini menjadi hanya Rp2,5 juta.
Penurunan biaya yang signifikan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh desa di Indonesia, mempercepat roda ekonomi lokal, dan memberdayakan masyarakat.
“Kami dari Kementerian Koperasi bicara dengan Ikatan Notaris Indonesia, kalau bisa karena ini ada 80.000 tolong dimurahin. Berapa sekarang angkanya keluar dari notaris, ini dua setengah juta, betul nggak? murah nggak?” jelas Menkop Budi, dilansir Senin (16/6/2025).
Ia meyakini koperasi desa dapat menjual sembako dan kebutuhan pokok lebih murah dari toko pada umumnya. Hal ini dimungkinkan karena sistem pembelian barang oleh koperasi dilakukan secara grosir dan terpusat.
Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa dengan harga lebih murah, koperasi tetap harus meraih keuntungan demi kesejahteraan seluruh anggotanya di desa. Keuntungan koperasi akan dibagi secara adil untuk mendorong ekonomi gotong royong dan inklusif di desa.
“Saya yakin Kopdes akan jual barang lebih murah dari tempat lain. Nah karena itu, koperasi harus untung, karena apa? karena untungnya nanti dibagi ke anggota koperasi desa,” ujarnya. (*)
