Pembinaan Rohani Nasrani Rutin di Lapas Mojokerto: Wujud Komitmen Pembinaan Keagamaan

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2025 06 11 at 5.42.09 PM
Kegiatan pembinaan rohani di Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Humas Lapas Mojokerto)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani. Hal ini terbukti dengan rutinnya kegiatan pembinaan rohani yang diselenggarakan, salah satunya pada Rabu (11/6/2025) lalu.

Bertempat di Aula utama lapas, kegiatan ini menghadirkan pelayanan dari pihak gereja yang secara berkala memberikan bimbingan iman dan penguatan spiritual kepada para WBP. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan aspek rohani para narapidana tetap terperhatikan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi program pembinaan kepribadian yang diberikan secara berkesinambungan kepada WBP, guna membentuk pribadi yang lebih baik dan taat kepada ajaran agama.

Dalam suasana penuh khidmat, para WBP mengikuti pembinaan yang meliputi doa bersama, pujian rohani, dan penyampaian firman Tuhan.

WhatsApp Image 2025 06 11 at 5.42.09 PM 1

Proses pembinaan ini berlangsung di bawah pengawasan dan pendampingan pembinaaan langsung oleh Mayra, salah satu petugas Lapas Mojokerto yang secara konsisten mendampingi kegiatan keagamaan WBP Nasrani.

Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama.

“Kami selalu mendukung kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas, karena ini bagian penting dari proses pembentukan karakter warga binaan. Dengan sentuhan rohani, kami berharap mereka bisa berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Mayra.

Sementara itu, Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan demi mendukung pemasyarakatan berbasis pembinaan.

“Ini bagian dari upaya kami menjadikan Lapas bukan sekadar tempat menjalani pidana, tetapi tempat untuk memperbaiki diri dan memperkuat iman,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para WBP Nasrani semakin mantap dalam menjalani kehidupan spiritual mereka, serta termotivasi untuk menjadi insan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page