Khawatir Kolesterol? Ini Cara Aman Makan Daging Kambing di Usia 50-an

Avatar of Lintang
steptodown.com621557
Ilustrasi daging kambing. (iStock)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Idul Adha identik dengan hidangan lezat seperti gulai kambing, tongseng kambing, dan sate kambing. Namun, bagi Anda yang sudah memasuki usia 50 tahun, mungkin muncul pertanyaan: apakah aman makan daging kambing? Kekhawatiran seputar kolesterol dan tekanan darah tinggi memang sering kali membayangi.

Meskipun sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dan tekanan darah, daging kambing sebenarnya merupakan sumber protein hewani yang baik. Di usia 50 tahun ke atas, tubuh tetap membutuhkan asupan protein untuk menjaga kesehatan. Konsumsi daging kambing diperbolehkan, asalkan dalam batas wajar.

Para ahli merekomendasikan asupan protein harian sekitar 15-20% dari total kebutuhan energi. Batas aman konsumsi daging adalah 300-500 gram per minggu. Mengonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Fakta Nutrisi Daging Kambing: Lebih Rendah Kalori dan Lemak?

Mengejutkan, daging kambing sebenarnya memiliki kalori dan lemak lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya. Dalam 100 gram daging kambing terkandung:

  • 149 kkal, lebih rendah dari daging ayam (298 kkal) dan daging sapi (273 kkal).
  • 9,2 gram lemak, jauh lebih rendah dari ayam (25 gram) dan sapi (22 gram).
  • Kandungan lemak jenuh dan kolesterol juga lebih rendah.

Selain itu, daging kambing kaya akan lemak tak jenuh, jenis lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan asam amino esensial seperti lisin, treonin, dan triptofan juga mendukung sistem imun dan regenerasi sel, terutama pada usia lanjut.

Cara Memasak Daging Kambing yang Sehat untuk Usia 50+

Potensi daging kambing menjadi “bom kolesterol” sering kali berasal dari cara pengolahan yang salah. Penggunaan minyak goreng berlebih, margarin, santan kental, atau garam berlebihan dapat memicu kenaikan tekanan darah dan kolesterol.

Hindari olahan seperti sate kambing bumbu kacang, gulai santan kental, atau tongseng kambing pedas yang kaya minyak. Lebih baik pilih sup kambing bening, tumis ringan, atau daging panggang tanpa banyak minyak.

Mengonsumsi daging kurban saat Idul Adha bukanlah hal yang harus dihindari. Kuncinya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh, terutama bagi Anda yang berusia 50 tahun ke atas, di mana risiko penyakit degeneratif seperti jantung koroner, stroke, dan tekanan darah tinggi meningkat.

Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 30 menit sehari sangat direkomendasikan untuk menjaga sirkulasi darah dan menstabilkan kadar kolesterol.

Jadi, usia 50 tahun boleh makan daging kambing saat Idul Adha, asalkan batasi porsinya dan olah dengan cara yang sehat. Nikmati hidangan lezat tanpa mengorbankan kesehatan Anda! (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page