
Makkah, kabarterdepan.com — Komitmen dan dedikasi petugas haji Kloter 13 Embarkasi Padang (PDG 13) kembali diuji dalam sebuah peristiwa darurat yang menguji kesiapsiagaan dan ketangguhan mereka. Kejadian berlangsung pada Minggu siang, 8 Juni 2024, saat proses pemindahan jemaah calon haji dari Mina menuju hotel penginapan yang berjarak sekitar enam kilometer.
Awalnya, perpindahan direncanakan menggunakan tiga unit bus Namun, rencana itu mengalami kendala besar.
Kemacetan lalu lintas total di jalur menuju hotel memaksa ketiga bus berhenti sekitar satu kilometer sebelum tujuan akhir. Situasi ini membuat jemaah harus turun di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Suhu udara yang sangat ekstrem memperparah situasi. Pada pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS), suhu mencapai 46 derajat Celsius, membuat perjalanan yang seharusnya singkat menjadi sangat melelahkan dan berbahaya, terutama bagi jemaah lansia yang sebagian besar sudah menggunakan kursi roda.
Dalam kondisi yang menekan itu, hanya dua petugas yang sedang berjaga di hotel, yakni Sobeng Suradal dan Elafki. Mereka menghadapi situasi yang sangat menantang dengan jumlah petugas yang terbatas dan kondisi jemaah yang sangat membutuhkan perhatian ekstra.
Meski dalam keadaan terbatas, Sobeng dan Elafki tidak gentar. Keduanya segera berkoordinasi dengan para Ketua Rombongan dan Ketua Regu jemaah. Dengan sigap, mereka mengerahkan kursi roda yang tersedia dan mengatur evakuasi jemaah secara bergiliran. Sobeng Suradal tampil sebagai pemimpin lapangan yang memberikan arahan tegas dan memastikan proses evakuasi berjalan dengan teratur dan aman.
Sobeng tidak hanya bertindak sebagai koordinator, tetapi juga menjadi sumber semangat bagi para petugas dan jemaah. Dalam kondisi panas yang membakar dan kelelahan yang melanda, ketenangan dan ketegasan Sobeng menjadi penopang utama kelancaran proses evakuasi. Sementara itu, Elafki bersama petugas lainnya bergerak cepat menjemput satu per satu jemaah yang memerlukan bantuan.
Proses evakuasi berlangsung intens dan penuh tekanan, tetapi berkat kerja sama yang solid, seluruh jemaah dapat dipastikan tiba di hotel dengan selamat. Tidak ada satu pun jemaah yang terlantar atau mengalami gangguan kesehatan serius selama evakuasi berlangsung.
Syamri, salah satu jemaah haji sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi PKS, memberikan kesaksian yang sangat menggugah tentang peran Sobeng Suradal dalam penyelamatan tersebut.
“Padahal beliau sendiri sangat down menghadapi situasi berat itu, tapi Pak Sobeng tidak pernah menyerah. Saya bisa melihat dengan jelas betapa besar tekanan yang beliau rasakan, Namun justru di saat terberat itulah beliau menunjukkan ketegasan dan keberanian luar biasa dalam memimpin evakuasi,” ujarnya.
“Sikap pantang menyerah dan ketenangan beliau menjadi kekuatan besar bagi kami semua. Pak Sobeng membimbing kami dengan hati dan jiwa seorang pemimpin sejati. Sosok seperti beliau membuat perbedaan besar di saat kami paling membutuhkan,” imbuh Syamri.
Menanggapi kejadian tersebut, Sobeng Suradal mengatakan, baginy melayani jemaah adalah amanah mulia. Saat situasi genting itu terjadi, tak ada ruang untuk panik.
“Yang terpenting adalah memastikan mereka sampai dengan selamat. Itu saja,” ujarnya.
“Saya hanya menjalankan tugas. Semua petugas punya semangat yang sama, berdiri di barisan terdepan demi keselamatan para tamu Allah,” imbuhnya. (FajarPR)
