Garebeg Besar, Peringatan Iduladha Khas Keraton Yogyakarta Jadi Ajang Warga Berebut Berkah

Avatar of Redaksi
IMG 20250607 WA0112
Gunungan dibawa abdi dalem pada kegiatan Garebeg Besar Iduladha di halaman Masjid Gedhe, Sabtu (7/6/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Garebeg besar dalam rangka memperingati Iduladha 1443 Hijriyah atau Tahun je 1958 digelar Keraton Yogyakarta pada Sabtu (7/6/2025).

Gerebeg Besar menjadi rangkaian terakhir dalam peringatan Iduladha setelah sebelumnya digelar Gladi Resik Prajurit Keraton pada Minggu (1/6/2025) dan Numplak Wajik pada Rabu (4/6/2025).

Kegiatan Gerebeg besar diawali dengan iring-iringan prajurit bregada dam enam gunungan. Adapun gunungan yang berada di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, akan dibawa oleh Kanca Abang melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor Pagelaran dan keluar melalui Barat Pagelaran menuju Masjid Gedhe.

10 bregada berjalan dengan terpisah diantaranya, Bregada Bugis akan mengawal gunungan hingga Kepatihan, sementara gunungan untuk Pura Pakualaman akan dibawa oleh Prajurit Pakualaman yakni Dragunder dan Pangkur.

Ketua Pelaksana Garebeg Besar 2025, KRT Kusuma Negara menyampaikan pelaksanan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana tidak adanya Utusan Dalem yang   ubarampe ke Kepatihan.

Pada prosesnya, PLT Sekda DIY akan meminta gunungan lalu akan dibawa ke Kepatihan dan dibagikan.

“Plt Sekda DIY akan berjalan bersama iring-iringan gunung menuju Kepatihan. Gunungan kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui asisten Plt Sekda DIY,” katanya, Sabtu (7/6/2025)

Rekonstruksi prajurit putri Langenastra juga menjadi rangkaian menarik yang disajikan berada di belakang barisan Bregada Mantrijero.

“Prajurit Langenastro menari tayungan menuruni Sitihinggil saat lampah macak,” katanya.

Prosesi kali ini mengacu pada pranata adat lama yang ada di era Sri Sultan HB VII. KRT Kusumanegara menyampaikan hal ini dilakukan untuk menjaga kesakralan prosesi.

Salasaurang warga yang mengikuti Grebeg, Dewi Jumanti menyampaikan dirinya sudah 2 kali ikut tradisi tersebut.

Tak ketinggalan dirinya ikut berebut sejumlah gunungan yang dibagikan oleh panitia. Dirinya mengaku senang setelah mendapatkan lemper.

Ia menyampaikan bahwa tahun ini rayahan berjalan lebih kondusif tanpa harus berdesak-desakan.

“2 kali  ini selalu dapat terus, tahun kemarin rebutan ini dibagi siapa yang mau jadi nggak diinjak-injak,” katanya.

Ia menyampaikan makanan yang didapat tersebut akan dipajang di rumah. Ia menyebut dengan memajang rayahan akan mendapatkan berkah sesuai dengan kepercayaan Jawa. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page