
Riau, Kabarterdepan.com — Seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berinisial KB (8), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh lima orang kakak kelasnya. Perundungan tersebut diduga bermotif diskriminasi suku dan agama.
Korban mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (26/5/2025) di RSUD Pematang Reba setelah sebelumnya mengalami luka-luka serius. Keluarga menyebut, sebelum jatuh sakit, KB telah beberapa kali mengalami tindakan perundungan yang menyasar identitas pribadinya.
“Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit,” ungkap ayah korban, Gimson Beni Butarbutar (38), Selasa (27/5/2025).
Kronologi Kejadian
Menurut Gimson, perundungan terakhir yang dialami putranya terjadi pada Senin (19/5/2025). Hari itu, KB pulang lebih awal dari sekolah. Ia mengatakan kepada orang tuanya bahwa sekolah mengadakan acara, namun belakangan diketahui bahwa ia pulang karena merasa tidak sehat.
Kondisi kesehatan KB terus memburuk pada malam harinya. Ia mengalami demam tinggi, nyeri di pinggang, dan pembengkakan di perut. KB kemudian dirujuk ke RSUD Pematang Reba.
“Di ulu hatinya itu sudah bengkak, sesak napas dia. Dalam perjalanan ke rumah sakit itu dia sudah kejang-kejang. Ngeri kondisinya,” beber Gimson.
Beberapa hari kemudian, KB mengalami muntah darah dan kejang hebat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Gimson terlihat menangis histeris di samping peti jenazah putranya.
Lima Pelaku Teridentifikasi
Dilansir dari Kompas.com, Gimson kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Seberida. Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, memastikan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
“Kami masih menunggu hasil otopsi, biar tahu pasti apa penyebab korban meninggal dunia,” jelas Fahrian kepada media.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban, dan lima orang terduga pelaku telah diidentifikasi, yaitu HM (12), RK (13), MJ (11), DR (11), dan NN (13). (Riris*)
