
Blora, Kabarterdepan.com – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menyebutkan bahwa penurunan tingkat keaktifan peserta BPJS di Kabupaten Blora disebabkan oleh pembaruan data dari Kementerian Sosial RI.
“Kepesertaan BPJS masih berada di angka 98,11 persen dari total penduduk Kabupaten Blora,” ujar Wahyu, Senin (2/6/2025).
Wahyu menjelaskan bahwa turunnya keaktifan peserta dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya peserta mandiri yang menunggak atau tidak rutin membayar iuran.
Lebih lanjut, Wahyu memaparkan bahwa pada bulan Februari, tingkat keaktifan peserta BPJS sempat mengalami penurunan. Namun, pada bulan Maret hingga April, keaktifan tersebut kembali mengalami peningkatan.
“Hingga April, keaktifan peserta BPJS di Kabupaten Blora mencapai 70 persen. Standar nasionalnya adalah 80 persen. Tahun ini, kami menargetkan untuk mencapai standar tersebut,” katanya.
Wahyu juga menambahkan bahwa secara nasional, tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan mencapai 77,47 persen.
“Peserta yang paling banyak nonaktif adalah PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) yang dibayar oleh pemerintah pusat,” sambungnya.
Menurutnya, faktor utama penyebab ketidakaktifan ini adalah adanya pendataan ulang dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh Kementerian Sosial.
“Bukan BPJS yang menonaktifkan, tetapi data peserta diperbarui oleh Kemensos melalui DTKS,” kata Wahyu.
Wahyu juga menyebutkan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri di Kabupaten Blora yang nonaktif mencapai 40 persen dari total peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
“BPJS mandiri yang aktif hanya sekitar 60 persen. Kebanyakan peserta nonaktif karena menunggak iuran,” pungkasnya.(Fitri)
