
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Duka mendalam menyelimuti Kota Mojokerto setelah Syifa Adelia, siswi kelas 6 SD warga Perum Griya Permata Meri, meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di perlintasan kereta api Benteng Pancasila pada Selasa (27/5). Peristiwa memilukan ini langsung mendapat perhatian serius dari Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Syifa Adelia meninggal seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sancaka di Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kranggan, Kota Mojokerto. Korban diketahui tertabrak KA saat dalam perjalanan pulang sekolah.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut secara langsung mengunjungi rumah duka. Ia menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban dan memberikan santunan. Suasana haru menyelimuti kedatangan orang nomor satu di lingkup Pemerintahan Kota Mojokerto tersebut.
“Hari ini kita berduka. Salah satu anak kita yang masih kelas 6 SD, bernama Syifa Adelia, warga Meri, telah berpulang akibat kecelakaan ini,” ungkap Ning Ita.
Tak tinggal diam, Ning Ita langsung menginstruksikan jajarannya untuk meninjau lokasi kejadian dan mengambil langkah cepat guna mencegah peristiwa serupa terulang. Ia memastikan bahwa mulai besok akan dilakukan pemasangan pagar kawat berduri di akses dari sisi Utara dan Selatan pada jalur perlintasan kereta api Benteng Pancasila.
“Dengan kejadian ini, kami langsung menugaskan jajaran yang ada di Pemerintah Kota Mojokerto untuk melakukan pengecekan lokasi. Dan besok, akan dilakukan pemagaran kawat berduri pada akses dari sisi utara dan selatan jalur perlintasan kereta api Benteng Pancasila. Semoga tidak terulang kembali kejadian seperti ini di masa yang akan datang,” tegas Ning Ita.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam memberikan perlindungan kepada warganya, khususnya anak-anak, dari potensi bahaya di area publik. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan tidak melintasi jalur kereta api tanpa pengamanan resmi. (*)
