
Blitar, kabarterdepan.com– Sebuah kisah inspiratif tentang semangat, dedikasi, dan warisan nilai-nilai luhur keluarga kembali mengemuka dari Kota Blitar. Mohammad Galang Satria Dijagad, siswa SMP Negeri 1 Blitar, berhasil menembus ketatnya seleksi SMA Taruna Nusantara, sekolah bergengsi yang dikenal sebagai kawah candradimuka para calon pemimpin bangsa.
Tak hanya mengukir prestasi pribadi, Galang juga meneruskan jejak kakaknya, Mohammad Bintang Revolusi, yang lebih dulu lulus dari SMA Taruna Nusantara dan kini tengah menjalani pendidikan di Akademi Militer Magelang sebagai taruna infanteri berprestasi.
Dalam pengumuman yang dirilis pada Jumat (23/4/2025), Galang dinyatakan lolos bersama empat rekannya, yakni Revano, Jasmine, Dani, dan Selvie. Mereka menjadi representasi generasi muda Blitar yang siap bersaing di panggung nasional.
Inspirasi dari Sang Kakak
Bagi Galang, SMA Taruna Nusantara bukan sekadar sekolah unggulan, melainkan simbol cita-cita. Ketertarikannya pada dunia kepemimpinan dan bela negara tumbuh dari cerita dan teladan sang kakak, Bintang Revolusi.
“Sejak kecil saya ingin seperti Kak Bintang. Dia disiplin, tangguh, dan cinta tanah air. Ketika dia diterima di SMA Taruna Nusantara dan kini sedang menempuh pendidikan di Akmil, saya semakin yakin bahwa jalan itu juga milik saya,” tutur Galang, Senin (26/5/2025).
Galang bukan siswa biasa. Ia aktif di berbagai bidang: mulai dari seni musik, penelitian ilmiah tingkat remaja, hingga meraih prestasi di olahraga pencak silat. Kombinasi antara akademik, karakter, dan fisik inilah yang menjadi modal pentingnya menembus seleksi ketat Taruna Nusantara, yang setiap tahunnya hanya menerima segelintir siswa terbaik dari seluruh Indonesia.
Ayahnya, Mohammad Trijanto, mengungkapkan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam keluarga mereka.
“Kami tidak hanya menekankan pentingnya nilai akademik, tetapi juga integritas, disiplin, dan rasa cinta pada bangsa. Saya selalu percaya, anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai itu akan mampu membawa perubahan, sekecil apa pun perannya,” ujar Trijanto.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Blitar, Juli Setyanto, menyambut kabar tersebut dengan rasa haru dan bangga.
“Galang adalah teladan bagi siswa-siswi lainnya. Kami berharap kisahnya menjadi pemantik semangat bagi anak-anak lain di Blitar untuk tidak takut bermimpi besar,” tuturnya.
SMA Taruna Nusantara bukan sekolah biasa. Dengan sistem pendidikan semi-militer dan penguatan karakter, sekolah ini telah melahirkan ratusan alumni yang kini mengisi pos-pos strategis di militer, kepolisian, birokrasi, maupun sektor publik.
Masuk ke sekolah ini berarti siap menjadi bagian dari barisan generasi penerus bangsa. Bagi Galang, langkah ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan panjang menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045 : menjadi pemimpin yang jujur, kuat, dan berjiwa merah putih. (Anang Agus Faisal)
