Film Jumbo Tembus 9,9 Juta Penonton, Siap Geser ‘KKN di Desa Penari’

Avatar of Lintang
Untitled design 2025 05 26T145518.445
Film Jumbo tembus 9,9 juta penonton. (X/VisinemaID)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Film animasi Indonesia, Jumbo akhirnya menembus 9,9 juta penonton. Capaian itu diraih menurut data hingga hari ke-56 penayangan atau selama nyaris dua bulan di bioskop.

Film garapan rumah produksi Visinema itu telah telah mencapai 9.929.659 penonton dan bersiap untuk menggeser posisi ‘KKN di Desa Penari’ sebagai film Indonesia terlaris dengan posisi nomor 1.

“9.929.659 penonton udah ikutan mecahin celengan ayam bareng Maesaroh buat modal pentas nih! Terima kasih banyak ya, teman-teman yang udah setia ngikutin cerita Geng JUMBO!” tulis akun X resmi @VisinemaID, pada Senin 26 Mei 2025.

Film Indonesia terlaris sepanjang masa saat ini masih dipegang oleh KKN di Desa Penari dengan total 10.061.033 penonton. Saat ini, JUMBO masih menjadi film Indonesia terlaris kedua, setelah film Agak Laen yang memiliki total 9,1 juta penonton.

Film animasi ini mengisahkan tentang Don, seorang anak laki-laki gemuk yang diganggu dengan sebutan ‘Jumbo’ yang bertemu dengan Meri, seorang roh yang mencari bantuan untuk bersatu kembali dengan roh keluarganya yang bermasalah. Perjalanan mereka pun dimulai.

Disutradarai Ryan Adriandhy, film ini menampilkan deretan aktor/aktris ternama sebagai pengisi suara, seperti Prince Poetiray, Quinn Salman, Yusuf Ozkan, Ariel NOAH, Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, M. Adhiyat, Graciella Abigail, dan Cinta Laura Kiehl.

Sinopsis Film Jumbo

Don kecil sangat ingin membuktikan kepada teman-temannya bahwa dia lebih dari sekadar anak gemuk yang tidak pernah menang dalam hal apa pun.

Ia ingin memenangkan pertunjukan bakat lokalnya dengan mementaskan drama panggung yang terinspirasi dari buku cerita yang ditulis oleh mendiang orang tuanya.

Ketika seorang pengganggu mencuri buku itu, pada saat yang sama sesosok hantu kecil muncul dari dunia roh dan meminta bantuan Don untuk mempertemukannya kembali dengan roh orang tuanya.

Kedua sahabat baru itu kemudian memulai petualangan yang mengasyikkan untuk saling membantu dan mempelajari arti sebenarnya dari persahabatan. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page