Anggota DPRD Jatim Fraksi Golkar Gencarkan Upaya Cegah Kekerasan Anak Lewat Sarasehan

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 05 26 at 09.06.09 b50999ea
Potret kegiatan sarasehan. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Komitmen mencegah kekerasan terhadap anak kembali digaungkan di Kabupaten Mojokerto. Melalui sarasehan bertajuk “Upaya Pencegahan Fisik dan Seksual Terhadap Anak”, berbagai pemangku kepentingan menyatukan langkah demi menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak, Minggu (25/5/2025).

Kegiatan yang digelar Hotel Aston, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Puri ini menghadirkan berbagai unsur kepolisian dari unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), Organisasi kepemudaan, forum anak, serta perwakilan lembaga masyarakat.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menekan angka kekerasan fisik dan seksual terhadap anak.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, SH., MH., menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap anak di Mojokerto sebagai persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama.

“Kita ingin Mojokerto menjadi kabupaten layak anak. Kegiatan ini membuka ruang dialog antara anak muda dan aparat, sekaligus memantik semangat mereka untuk menjadi pelopor kegiatan positif,” ujar Sumardi.

Ia turut mengapresiasi peran aktif komunitas pemuda seperti Insan Genre dan Forum Anak Majapahit. Menurutnya, kehadiran mereka penting sebagai penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Anak-anak muda kita luar biasa. Mereka bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kanit PPA Polres Mojokerto, Iptu Ahmad Muthoin, menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, khususnya dalam hal pelaporan.

“Kami siap menindaklanjuti laporan, tapi masih banyak warga yang belum tahu cara melapor,” ungkapnya dalam sesi edukasi yang disampaikan langsung di sarasehan.

Ia mengungkapkan bahwa sosialisasi telah rutin dilakukan, termasuk di lingkungan sekolah, namun tantangan terbesar masih terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelaporan kasus kekerasan.

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Mojokerto, Sugeng, menyebut sarasehan ini tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat dan menekan angka kekerasan terhadap anak secara signifikan,” ujarnya.

Menurut Sugeng, strategi pencegahan kekerasan anak yang efektif perlu dimulai dari peningkatan kapasitas individu dan komunitas dalam mengenali serta merespons tanda-tanda kekerasan sejak dini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret Mojokerto dalam mewujudkan predikat Kabupaten Layak Anak. Dengan pendekatan dialogis dan partisipatif, sarasehan ini membuka ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Kegiatan ini menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi mereka serta memperkuat jaringan perlindungan anak di tingkat lokal,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page