
Grobogan, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir yang belakangan ini sering terjadi di wilayah Kabupaten Grobogan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Perhutani KPH Purwodadi, KPH Gundih, serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Jawa Tengah untuk membentuk Forum Group Discussion (FGD) lintas sektor dalam merumuskan solusi komprehensif.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Ir. Untoro Tri Kurniawan, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas instansi kehutanan yang digelar sehari sebelumnya, Rabu, 21 Mei 2025, di Kantor Perhutani KPH Gundih.
Menurutnya, FGD tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi antarinstansi dalam menanggulangi banjir, yang di antaranya disebabkan oleh degradasi tutupan hutan, buruknya sistem drainase, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkab Grobogan dalam menindaklanjuti inisiatif ini. Penanganan banjir tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi semua sektor,” ujar Untoro, Jumat (23/5/2025).
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelenggarakan FGD dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Penanganan banjir harus bersifat menyeluruh dan berbasis data serta kondisi di lapangan. Semoga FGD ini dapat menjadi ruang dialog yang menghasilkan solusi nyata,” ujarnya.
Anang menambahkan bahwa sinergi antara Pemkab, Perhutani, CDK, dan masyarakat diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan.
“Pertemuan awal ini telah merumuskan pentingnya sinergi antar sektor dalam mengatasi penyebab banjir di Kabupaten Grobogan,” imbuhnya. (Masrikin)
