Hari Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Ke-65, Momen Tabunan Jadi Aset Budaya Tak Ternilai

Avatar of Redaksi
IMG 20250522 WA0001
Momen prosesi upacara adat Hari Nelayan Pelabuhanratu Sukabumi ke-65. (M Idris / Kabarterdepan.com)

Sukabumi, Kabaterdepan.com – Masyarakat Sukabumi memperingati Hari Nelayan Palabuhanratu ke-65 yang diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional.

Hari Nelayan Palabuhanratu tidak hanya sarat akan nilai historis dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Peringatan Hari Nelayan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat pesisir tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga berkembang menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian secara nasional.

Memasuki hari puncak dengan arak-arakan budaya dari Pendopo Palabuhanratu menuju Alun-alun Gadobangkong yang dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, didampingi Wakil Bupati, Andreas; Sekretaris Daerah; dan unsur Forkopimda, Rabu (21/5/2025).

Selain arak-arakan, rangkaian acara juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Menurut Ketua Panitia Hari Nelayan 2025, Nandang, mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini berlangsung sejak 20 April hingga 31 Mei dan berhasil menggerakkan perekonomian lokal hingga Rp2,2 miliar.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama luar biasa dari masyarakat nelayan. Meski tanpa dukungan sponsor seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini tetap berlangsung meriah,” ucapnya.

Nandang menyampaikan bahwa Festival Hari Nelayan Palabuhanratu kembali masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata untuk ketiga kalinya.

Bupati Sukabumi menyerahkan santunan kepada sejumlah penerima, serta menerima piagam penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai salah satu dari 110 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara 2025. (M Idris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page