Media Sosial Jadi Ladang Cuan, Wali Kota Mojokerto Ingatkan Generasi Muda Soal Literasi Digital

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2025 05 20 at 7.34.43 AM
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada forum sosialisasi bertema ‘Peluang Media Sosial untuk Menghasilkan Rupiah’. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali mengingatkan generasi muda akan pentingnya literasi digital di tengah cepatnya arus perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikannya saat bersapa dengan anggota karang taruna Kecamatan Kranggan pada forum sosialisasi bertema ‘Peluang Media Sosial untuk Menghasilkan Rupiah’ yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Kranggan, Senin (19/4/2025) malam.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyampaikan bahwa seiring perkembangan teknologi digital, media sosial kini bukan hanya alat komunikasi, namun telah berevolusi menjadi platform bisnis yang menjanjikan.

“Dan perkembangan teknologi ini sudah berimprovisasi tidak hanya untuk media komunikasi tapi sekarang juga bisa menjadi media bisnis media untuk berdagang, promosikan menjual memasarkan jadi sekarang yang dulu fungsi utamanya adalah media komunikasi sekarang sudah berkembang menjadi media bisnis juga,” kata Ning Ita di hadapan para peserta yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa.

Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perkembangan yang sangat cepat dan sifatnya yang disruptif, menurutnya, memerlukan kesiapan dan pemahaman mendalam agar tidak menjadi bumerang.

“Teknologi digital itu seperti dua bilah kedua sisinya tajam, artinya kalau kita tidak hati-hati itu bisa melukai diri kita sendiri. Maksudnya adalah kita harus paham, bagaimana memanfaat kan untuk sesuatu yang positif jangan sampai salah, kalau sampai salah itu juga bisa menyebabkan kita yang rugi,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya ikut-ikutan tren apa yang sedang viral di berbagai platform media sosial. Tetapi juga memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan media sosial.

“Kreativitas anak muda tidak boleh dibatasi, justru harus dimaksimalkan. Tapi harus tahu batasannya. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan sampai karena ketidaktahuan, yang niatnya kreatif malah jadi kasus hukum,” katanya.

Pada kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan harapan besarnya agar anak-anak muda Kota Mojokerto menjadi generasi yang produktif dan kreatif, tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan peluang, termasuk melalui media digital.

“Saya akan sangat bangga jika anak-anak muda Mojokerto bisa memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif dan menghasilkan secara ekonomi. Bukan sekadar pengguna, tapi menjadi pelaku ekonomi digital,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page