
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui kegiatan sarapan bersama menu Pecel Blora. Acara ini diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran petugas Lapas, serta personel TNI dan Polri, Jumat (16/5/2025) pagi.
Menurut Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, kegiatan sarapan bersama ini bukan hanya sekadar rutinitas atau seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam mempererat hubungan emosional antara warga binaan, petugas, dan aparat penegak hukum.
“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri yang selalu siap membantu menjaga ketertiban dan keamanan di Lapas Mojokerto. Sarapan bersama ini bukan sekadar acara makan, tetapi menjadi ajang untuk memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar semua pihak. Dengan sinergitas yang kuat ini, kami berharap Mojokerto tetap aman secara umum dan Lapas Mojokerto selalu kondusif,” ujar Rudi dalam sambutannya.
Hadirnya unsur pimpinan dari TNI dan Polri dalam acara ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Lapas dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban. Rudi pun mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang selama ini diberikan, termasuk pengamanan dalam berbagai kegiatan internal di dalam Lapas.
Selain sarapan bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bantuan sosial berupa sabun dan perlengkapan mandi bagi seluruh WBP. Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Mojokerto, Polres Mojokerto, dan Polres Mojokerto Kota, sebagai wujud perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan para warga binaan.
“Kami ingin WBP tetap sehat dan bersih, karena kebersihan adalah bagian dari disiplin dan ketertiban,” jelas Rudi.
Keceriaan tampak dari wajah para WBP yang menikmati sarapan dalam suasana santai dan kekeluargaan. Menu Pecel Blora dengan lauk ayam goreng dan kerupuk disajikan hangat, menambah keakraban di antara seluruh peserta. Seorang WBP yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kegembiraannya.
“Hari ini rasanya seperti sarapan di rumah. Pecelnya enak, suasananya hangat. Kami merasa lebih dekat dengan petugas, tidak ada jarak. InsyaAllah dengan kegiatan seperti ini, kami tidak akan berpikir macam-macam atau melakukan pelanggaran,” ujarnya.
WBP lainnya turut membagikan kesan positifnya terhadap kondisi di Lapas Mojokerto, khususnya tentang pelayanan dan pengawasan yang semakin baik.
“Pelayanan dari petugas semuanya baik, ramah, dan gratis. Tidak ada pungli, tidak ada narkoba, dan tidak ada penggunaan HP secara ilegal di sini. Kami merasa aman dan nyaman,” tambahnya.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Kalapas Rudi Kristiawan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk hadir lebih awal pada pukul 05.30 WIB. Dengan melibatkan 970 WBP, pengamanan diperkuat oleh kolaborasi antara petugas Lapas dan personel TNI-Polri, mulai dari pengaturan logistik hingga pengawasan keamanan selama acara berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik tanpa ada gangguan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga suasana kondusif di Lapas Mojokerto. Walaupun kami mengalami overkapasitas, kami tetap berusaha memberikan suasana yang nyaman dan aman bagi WBP,” tegas Rudi.
Bukan kali pertama kegiatan seperti ini digelar. Meski baru empat bulan menjabat, Rudi telah tiga kali menyelenggarakan sarapan bersama sebagai bentuk pendekatan humanis dalam pengelolaan Lapas.
“Kami percaya, semakin kuat kebersamaan dan kekeluargaan di sini, semakin kecil potensi terjadinya pelanggaran. Lapas Mojokerto harus menjadi rumah pembinaan yang aman dan nyaman bagi WBP, serta menjadi mitra yang baik bagi TNI-Polri dalam menjaga keamanan,” pungkasnya. (Riris*)
