Wakil Ketua Dewan Pers: Media Harus Sehat Secara Bisnis agar Idealisme Tetap Hidup

Avatar of Redaksi
IMG 20250515 WA0091
Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, memberikan keterangan kepada wartawan usai serah terima jabatan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat. (Fajri/Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Wakil Ketua Dewan Pers periode 2025–2028, Totok Suryanto, menyoroti dua tantangan besar yang kini dihadapi dunia pers Indonesia: keberlangsungan media di tengah disrupsi digital serta pentingnya menjaga kualitas jurnalistik untuk mempertahankan kepercayaan publik.

Dalam pernyataannya usai pelantikan dan serah terima jabatan di Gedung Dewan Pers, Rabu (14/5/2025), Totok menyampaikan bahwa permasalahan pers saat ini tidak hanya sebatas idealisme, tetapi juga menyangkut keberlanjutan bisnis media itu sendiri.

Ia menilai bahwa derasnya gelombang digital menuntut pelaku media untuk menemukan strategi agar tetap bertahan tanpa mengorbankan prinsip jurnalistik.

“Kehidupan ekonomi bisnis dari media harus berjalan sebagaimana mestinya. Bila bisnis pers sehat, maka kesejahteraan karyawannya pun ikut terjaga,” ujarnya.

Totok juga mengingatkan bahwa krisis ekonomi di sektor media berisiko melemahkan idealisme yang menjadi fondasi kerja jurnalistik.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen dalam industri media untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan media dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap pers nasional.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap media hanya dapat dicapai bila kualitas jurnalistik tetap terjaga. Informasi yang disampaikan harus akurat, dapat dipercaya, dan tidak memihak kepentingan tertentu.

“Kepercayaan publik hanya bisa terjaga bila jurnalisme yang kita hadirkan benar-benar menjunjung tinggi kebenaran,” tegasnya.

Sebagai pimpinan baru di Dewan Pers, Totok menekankan pentingnya menyeimbangkan antara keberlanjutan ekonomi media dan kualitas jurnalistik agar pers Indonesia dapat terus tumbuh menjadi institusi yang kuat, profesional, dan mampu menjaga kepercayaan publik. (Fajri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page