Arti Penting Nama Paus Leo XIV

Avatar of Redaksi
SnapInsta.to 496554311 17929559184027982 1386343214330899343 n
Paus Leo XIV. (Vatican News)

Internasional, Kabarterdepan.com – Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik, menggantikan Paus Fransiskus.

Asap putih yang membubung dari cerobong Kapel Sistina pada hari ketiga konklaf menandai lahirnya seorang Paus baru.

Yang menarik perhatian dunia bukan hanya asal negara sang Paus, melainkan juga pilihan nama kepausannya yaitu Leo XIV.

Nama ini bukan sekadar simbol. Dalam tradisi Vatikan, nama yang dipilih oleh Paus baru mencerminkan visi, misi, dan inspirasi spiritual yang ingin ia bawa selama masa kepemimpinannya.

Jika Jorge Mario Bergoglio pada 2013 memilih nama Fransiskus untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi yang hidup dalam kesederhanaan dan memperjuangkan kaum miskin, maka Prevost memilih nama Leo, sebuah referensi yang sarat makna historis dan sosial.

Dilansir dari Reuters, nama Leo XIV merupakan penghormatan langsung kepada Paus Leo XIII, pemimpin Gereja Katolik antara tahun 1878 hingga 1903.

Leo XIII dikenal luas sebagai pionir ajaran sosial Gereja melalui ensiklik terkenalnya, Rerum Novarum, yang menyuarakan keadilan bagi kaum pekerja, hak atas upah yang layak, kondisi kerja manusiawi, serta kebebasan berserikat.

“Dengan memilih nama Leo XIV, ia menunjukkan komitmennya terhadap ajaran sosial Gereja,” ujar Pendeta Thomas Reese, analis Vatikan, sesaat setelah pengumuman paus baru dari balkon Basilika Santo Petrus.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Paus Leo XIV ingin melanjutkan semangat solidaritas terhadap kaum tertindas dan menciptakan jembatan antara ajaran Katolik dan isu-isu kemanusiaan kontemporer.

Selain aspek sosial, nama “Leo” juga membawa konotasi kekuatan dalam perdamaian. Dalam bahasa Latin, Leo berarti “singa”, simbol keberanian, tetapi dalam konteks kepausan, kata itu juga dikaitkan dengan stabilitas dan kepemimpinan moral.

Kesan itu semakin dikuatkan oleh pilihan busana Paus baru. Berbeda dengan Paus Fransiskus yang menolak atribut kepausan saat terpilih pada 2013, Leo XIV tampil dengan pakaian kepausan tradisional berwarna merah di atas jubah putihnya.

Terpilihnya Paus Leo XIV juga menandai tonggak sejarah baru, ia menjadi Paus pertama asal Amerika Serikat.

Kini, dunia menantikan langkah-langkah pertama Paus Leo XIV sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik sedunia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page