
Yogyakarta, kabarterdepan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerjasama dengan 48 perguruan tinggi di DIY untuk membantu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di kampung-kampung.
Program tersebut merupakan komitmen program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto-Wawan yang diantaranya melalui program One Village One Sister university dan One Corporate.
Hal tersebut dimulai dengan Rembug Kota Yogyakarta yang digelar di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Jogja, DIY, Jumat (2/5/2025).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa potensi yang ada di Kota Yogyakarta yang dimiliki bergantung pada sumber daya manusia.
“Kalau boleh saya curhat Kota Yogyakarta adalah daerah yang tidak punya sumber daya alam, praktis 90 persen sumber daya manusia,” katanya.
Kendati begitu, ia menyampaikan sejumlah permasalahan populasi menghantui Kota Yogyakarta maupun secara nasional.
Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan pengalamanya saat masih menjadi kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Ia menyampaikan tantangan ke depan yang harus dihadapi terkait dengan ageing population (populasi menua) dan transisi demografi serta income middle trap atau jebakan pendapatan berpenghasilan menengah.
Hal tersebut dibarengi dengan dependency ratio (ketergantungan ekonomi) masih menjadi persoalan secara nasional sementara verility rate (angka kelahiran) menurun.
Bahkan ia menyampaikan bahwa Kota Yogyakarta saat ini mengalami minus growth dengan persentase fertility rate 2,1 atau masih di bawah standar.
“Saya kemarin 5 tahun ngeri-ngeri sedap di BKKBN, ternyata dependency ratio itu sudah terendah, dalam arti antara yang bekerja dan yang makan puncaknya di tahun 2020,” ujarnya.
Hasto juga menekankan bahwa kondisi human capital index di Indonesia tergolong rendah, dimana kualitas sumber daya manusia belum memenuhi harapan bahkan menurun tajam.
Hasto menyampaikan kondisi yang ia paparkan tersebut menjadi keprihatinan bersama menuju visi Indonesia Emas seperti yang diharapkan pada tahun 2045
“Harapan kami dengan menghadirkan mahasiswa dari berbagai macam kampus dapat meningkatkan sumber daya kita,” katanya.
Ia berharap dengan kolaborasi bersama kampus dapat menciptakan inovasi yang out of the box di tengah jebakan middle income trap.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menyampaikan kerjasama yang dilakukan tersebut sebagai upaya untuk mendorong Tridharma Perguruan Tinggi.
“Program tematik adalah bagian bersama membangun komitmen pengembangan Kota Yogyakarta melalui pembangunan kampung, berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan korporasi,” kata Hasto dalam sambutanya.
Dalam program tersebut, Aman menyampaikan jika terdapat 2 fokus permasalahan di Kota Yogyakarta untuk bisa dikerjasamakan dengan kampus.
Terdapat tema umum yang nantinya akan dikerjasamakan berkaitan dengan kebersihan dan persampahan. Sementara untuk tema khusus lebih berfokus dengan pengembangan potensi di masing-masing kampung.(Hadid Husaini)
