Luas Panen dan Produksi Padi di Blora Menurun Sepanjang 2024

Avatar of Redaksi
IMG 20250501 WA0135
Kepala BPS Blora, Rukhedi. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora mencatat adanya penurunan luas panen dan produksi padi sepanjang tahun 2024.

Kepala BPS Blora, Rukhedi, menjelaskan bahwa luas panen padi tahun 2024 mencapai sekitar 84.504 hektare. Jumlah ini turun 14.281 hektare atau sekitar 14,46 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 98.785 hektare.

“Dari luasan lahan itu, produksi padi pada tahun 2024 tercatat sekitar 420.228 ton gabah kering giling (GKG),” ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/5/2025).

Diungkapkan, produksi angka produksi GKG 2024 itu turun 11,13 persen dibandingkan tahun 2023, atau sekitar 52.641 ton.

“Tahun 2023 produksi gabah (GKG) mencapai 472.869 ton,” sambungnya.

Selanjutnya, sambung Rukhedi, produksi padi pada tahun 2024, jika dikonversikan ke bentuk beras, jumlahnya setara dengan sekitar 241.656 ton beras, yang bisa dikonsumsi masyarakat. Jumlah ini juga lebih rendah sekitar 30.271 ton dibanding produksi beras tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, angka produksi padi dan beras 2023 merupakan angka final. Sedangkan angka produksi padi dan beras 2024 merupakan angka sementara.

Hal itu, sambung Rukhedi, dikarenakan masih mengandung angka potensi luas panen pada Oktober-Desember l, dan menggunakan rata-rata produktivitas Subround III, September-Desember 2018-2023.

Selanjutnya, angka luas panen padi 2024 terdiri dari angka realisasi luas panen Januari-September dan potensi luas panen Oktober-Desember.

“Oleh karena itu, angka luas panen dan produksi padi, serta produksi beras 2024 dapat berubah setelah diperoleh angka realisasi luas panen hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area) periode Oktober-Desember 2024, dan angka realisasi produktivitas hasil Survei Ubinan Subround III 2024,” tutupnya.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page