Penjual Pisang Ini Akhirnya Naik Haji Setelah Menabung Selama Puluhan Tahun

Avatar of Redaksi
IMG 20250429 WA0004
Sabar (61) dan Kustinayah (59) saat menunjukan bukti pelunasan biaya haji. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pasangan suami istri Sabar (61) dan Kustinayah (59) warga Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang merupakan penjual pisang dapat mewujudkan mimpinya menjalankan ibadah haji.

Mimpi itu akhirnya itu terwujud setelah keduanya menabung selama 23 tahun dari hasil berjualan buah pisang di Pasar Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kustinayah (59) calon jamaah haji itu menceritakan, keduanya awalnya menabung secara pribadi dengan dimasukkan ke dalam celengan sejak tahun 2002 silam dan pada tahun 2012 mereka mendaftarkan haji ke salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Mulai 2002 mulai nabung saya, nabungnya 10 ribu, 15 ribu, 20 ribu seadanya uang. Tahun 2012 mulai mendaftar saya,” katanya, Senin (28/4/2025) sore.

Ia menambahkan, untuk melunasi biaya naik haji, keduanya berjualan pisang sejak pagi hingga sore hari dan ikut arisan lalu disetorkan ke KBIH yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.

“Ikut arisan juga. Kumpulnya sedikit demi sedikit untuk melunasi. Biar tidak keteteran saya tabung dan akhirnya lunas,” tambahnya.

Cita citanya bisa pergi ke tanah suci itu akhirnya bisa terjuwud setelah keduanya bisa melunasi biaya haji sebesar Rp. 60.955.751 per jamaah pada tahun 2020 lalu.

“Rencananya berangkat sama suami ya tahun 2025 ini,” terangnya.

Ia pun tak menyangka, jika jerih payahnya bekerja sehari hari dan mengumpulkan sedikit rezekinya itu mampu untu menjalankan rukun islam yang ke lima tersebut.

“Buat makan aja repot, malah daftar haji itu. saya senang sekali tidak menyangka lah,” ucapnya sambil meneteskan air mata. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page