Salat Jumat Perdana di Widya Nusantara, UWM Ajak Masyarakat Makmurkan Tempat Ibadah

Avatar of Redaksi
IMG 20250426 WA0012 11zon
Potret Salat Jumat perdana di Gedung Widya Nusantara. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Untuk pertama kalinya Gedung Widya Nusantara yang merupakan religious center Universitas Widya Mataram yang berada di Kampus Terpadu UWM Banyuraden digunakan untuk ibadah Salat Jumat, Jumat (25/4/2025).

Gedung ini sebelumnya sudah diresmikan bersamaan dengan gedung kuliah dan perkantoran Kampus Terpadu UWM pada 22 Maret 2025 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Ketua Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, namun baru kali ini digunakan sebagai tempat ibadah Salat Jumat.

Sebelumnya hanya digunakan untuk ibadah sholat lima waktu dan pengajian pada Ramadan lalu. Widya Nusantara bisa menampung Salat Jumat sampai 150 orang. Bagian lain dari gedung ini juga digunakan untuk agama selain Islam, seperti Kristen Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha.

Bertindak sebagai imam dan khotib pada Salat Jumat adalah Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. yang menyampaikan tema ceramah “Memakmurkan Masjid”.

Dikemukakan bahwa pembangunan tempat ibadah melalui perspektif Islam memberikan pahala yang banyak bagi mereka yang berkontribusi, termasuk yang memakmurkannya.

“Siapa yang membangun masjid atau tempat ibadah karena Allah, maka Allah akan membangun rumah untuknya di surga,” ucap Prof. Edy yang mengutip hadist yang riwayat Bukhari dan Muslim.

Namun, lanjut Rektor UWM sekaligus Komisaris BPRS HIK MCI ini, tidak ada gunanya tempat ibadah yang indah dan bagus kalau tidak dioptimalkan pemanfaatannya.

“Oleh karena itu marilah kita makmurkan tempat ibadah ini bersama-sama dengan menjadikannya tempat aktivitas keagamaan sehari-hari. Bagaimana kita memelihara dengan baik, membersihkan, dan digunakan untuk salat, untuk belajar, untuk tadarus, dan tempat kita meningkatkan ilmu yang bermanfaat,” ucap sosok yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah DIY yang juga mantan Rektor UII Yogyakarta ini.

Bahwa fungsi masjid atau tempat ibadah bukan hanya untuk ritual salat atau yang bersifat habluminallah saja. Namun, juga dalam hubungan antar manusia atau hablumminnannas, seperti tempat silaturahim untuk berbagai kegiatan. Masjid bisa menjadi tempat mengenyam pendidikan, baik ilmu agama atau qauliyah, maupun ilmu umum atau qauniyah.

“Lebih dari itu, juga bisa menjadi tempat pembentukan karakter, membangun akhlak, adab, dan etika. Ini sejalan dengan Kampus berbasis budaya yang menjadi pijakan UWM,” ungkap Prof. Edy yang seraya berharap kegiatan di Widya Nusantara bisa hidup dan semakin banyak pemanfaatannya.

“Bukan hanya untuk warga UWM, namun juga masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page