
Sleman, kabarterdepan.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar masyarakat terus mewaspadai bahaya narkoba.
Dalam Acara Pekan Orientasi XII Hikmahbudhi yang diselenggarakan di Youth Center Yogyakarta, Mlati, Sleman, DIY pada Jumat (18/4/2025), ia menyampaikan jika Indonesia merupakan negara ke-6 pengguna narkoba terbesar dunia atau sebanyak 1,9 juta jiwa.
“Penting diingatkan di lingkungan pergaulan, di kampus dan tempat tinggal untuk mengingatkan narkoba sangat berbahaya,” kata Sigit dalam pemaparanya.
Sigit menyampaikan bahwa dari seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia setengahnya dihuni oleh pelaku tindak pidana atau sebesar 58,1 persen.
Oleh karena itu pihaknya telah melakukan berbagai macam upaya untuk menindak para pengguna narkoba.
Hingga saat ini terdapat 291 Kampung Bebas Narkoba yang diinisiasi oleh Polri telah berjalan di masing-masing daerah dan 100 diantaranya telah berkontribusi dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.
Dengan jumlah tempat rehabilitasi yang terbatas, Kapolri ingin mendorong tempat yang lebih luas bagi para pengguna narkoba.
“Karena ini terbatas. Tentunya para pengguna narkoba perlu treatment khusus. Ini pekerjaan besar yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkoba di Bumi Sembada.
“Tentu kami berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan TNI Polri dan kami sendiri bagaimana di Sleman khususnya harus betul-betul bersih, terpantau terus,” ujar Harda.
Pihaknya juga telah melakukan pembinaan dan sosialisasi agar generasi muda tersentuh narkoba terutama di institusi pendidikan yang digawangi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman.
Selain narkoba, pihaknya juga terus memantau peredaran miras yang cukup aktif di Sleman.
“Artinya apa? Pengawasan (miras dan narkoba) betul-betul aktif,” katanya. (Hadid Husaini)
