Pemkot Mojokerto Helat Pembinaan dan Pendampingan Progam Kota Sehat, Persiapan Penilaian Tingkat Nasional Tahun 2025

Avatar of Redaksi
pemkot mojokerto
Pembinaan Dan Pendampingan Progam Kota Sehat persiapan penilaian tingkat nasional tahun 2025. (Astrid/Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyelenggarakan Pembinaan dan Pendampingan Progam Kota Sehat, guna persiapan penilaian tingkat Nasional tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang pertemuan Sabha Mandala Madya pada Rabu (16/04/2025).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan kementerian Dalam Negeri Ines Damira Ayu turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui virtual.

Pembinaan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Then Suyanti, Plh Sekretaris Daerah Rohmi Wijayati, jajaran Forkopimda, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto Berbenah

Pemerintah Kota Mojokerto berusaha untuk berbenah secara bertahap memperbaiki diri supaya dapat menjadi Kota yang sehat dengan menciptakan tempat hidup yang nyaman, aman, bersih, sehat, rapi, dan indah bagi warganya untuk bertempat tinggal dan bekerja.

Plh Sekretaris Daerah Rohmi Wijayati mengatakan, pembangunan sanitasi yang sehat telah diupayakan di Kota Mojokerto dan pada tahun 2020 Kota Mojokerto telah mencapai Open Defecation Free (ODF).

“Selain itu, telah berproses dalam pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada tahun 2024 kami mendapatkan STBM a world kategori madya dan tahun ini berproses untuk pencapaian dan deklarasi STBM 5 pilar,” ungkap Rohmi.

Rohmi menambahkan, upaya mainnya yaitu dengan pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat yang memadai, demikian pula pembangunan lingkungan pasar yang sehat, sekola yang sehat, industri dan perkantoran yang sehat, dengan menggalakan usaha dan fasilitas untuk pekerja dalam memelihara kesehatannya sehingga mendukung produktifitas.

Diantaranya melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin berkala, selain itu juga diadakan penataan lalu lintas yang aman dan tertib di Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa pihaknya tidak serta merta mengikuti penilaian tingkat nasional hanya untuk membording piala atau sertifikat saja, namun Pemkot Mojokerto berupaya untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat.

“Tetapi penilaian Kota sehat adalah wujud bahwa kita benar-benar berkontribusi untuk mewujudkan kota yang sehat dan memenuhi standar,” ungkapnya.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini, mengharapkan agar Kota Mojokerto dapat menjadi Kota Sehat, salah satunya melalui wujud predikat Kota Sehat.

Penyelenggara Kota Sehat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) yang dicanangkan oleh PBB khusunya tujuan ke-3 (Good Health and Wellbeing) tujuan ke-6 (Clean Water and Situasion) dan tujuan ke-11 (Sustainable Cities and Communities). (Astrid)

Responsive Images

You cannot copy content of this page