
Yogyakarta, kabarterdepan.com — Sebagai wujud kerukunan antar umat beragama, Fun Run Kota Baru 2025 akan digelar dengan tema Harmony in Diversity: Membangun Jembatan, Toleran dalam Gerakan.
Kegiatan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 28 juni 2025 nanti dengan melibatkan 3 pengurus tempat ibadah di Kotabaru Kota Yogyakarta, DIY yang lokasinya saling berdekatan.
Adapun diantaranya Gereja Katolik St Antonius Kotabaru, Masjid Agung Syuhada, dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan yang tergabung dalam Srawung Kota Baru yang diwadahi oleh Institute of Justice (KIJ).
Selain menumbuhkan nilai toleransi, para peserta nantinya akan diajak menikmati suasana Kotabaru sebagai salah satu wilayah yang memiliki nilai sejarah dengan adanya bangunan-bangunan yang cukup ikonik.
Ketua Pelaksana Kota Baru Fun run, Stevanus Bagas menyampaikan berbagai pertunjukan juga akan dipertontonkan guna melengkapi acara tersebut.
“Yang menjadi spesial karena ini satu satunya ini adalah kolaborasi 3 rumah ibadah ditambah pertunjukan budaya tari tarian (tradisional), pasukan bregada akan kita tampilkan disitu,” kata pada Sabtu (12/4/2025).
Selain itu akan dihelat juga berbagai potensi UMKM untuk membantu memutar perekonomian masyarakat.
Bagas menyampaikan terdapat kategori jarak yang bisa di pilih antara lain 5k dijual dengan harga Rp150 ribu dan jarak 3k dijual dengan harga Rp120 ribu.
Start Kota Bary Fun Run akan dimulai dari jalan I Dewa Nyoman Noka dan finish di lokasi yang sama. Adapun rute yang dibuka mulai dari sekitar Gereja Kota Baru menuju ke Stadion Kridosono kemudian menuju ke arah SMA Bopkri 1 lurus melewati kampus UKDW.
“Kemudian ke utara Galeria Mall lalu belok ke kiri lurus melalui McDonald dan belok kiri melewati Masjid Agung Syuhada dan finish di Gereja Kotabaru,” ujarnya.
“Sementara untuk kategori 5 kilo terus ke Tugu ke kiri stasiun tugu melalui Jembatan Kewek dan sampai di Gereja Kota Baru,” imbuhnya. Pihaknya ingin semua peserta saling melebur, saling mengenal, dan saling menghormati.
Stevanus menyampaikan dalam kegiatan ini panitia mentargetkan peserta yang ikuta sebanyak 800 orang dan terdapat kemungkinan bertambah.
Anggota KIJ UIN Sunan Kalijaga Alimatul Qibtiyah menyebut jika kegiatan ini memiliki semangat agar tidak tidak ada saling membeda-bedakan antar sesama pemeluk agama. “Program ini juga bertujuan untuk menghilangkan ujaran kebencian dan pikiran buruk,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa output capaian kompetensi baik secara personal dan kooperatif, dan kolaboratif.
Dirinya yang merupakan peneliti sebelumya telah melakukan penelitian pada kegiatan yang sama di berbagai provinsi dan ditemukan manfaat berupa koneksi yang kuat lintas agama.
“Dari pre-post test nya menunjukan peningkatan antar beragama dengan baik,” katanya.
Ia menyampaikan dengan pemahaman antar agama yang baik akan mewujudkan kolaborasi yang kuat dalam membangun gerakan kemanusiaan.
Alimatul menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia tidak bisa dibangun dalam 1 perspektif keagamaan. Dirinya menyampaikan sejarah bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam latar belakang.
“Bangsa ini hadir 1928 dari berbagai macam latar belakang, baru tahun 1945 negara merdeka. Tidak boleh hanya memprioritaskan 1 agama,” ujarnya.
Tidak berhenti di cluster Kotabaru saja, pihaknya kedepan juga akan mendorong kegiatan yang lebih besar melalui Exposure dimana seluruh kluster di berbagai wilayah di Yogyakarta. (Hadid Husaini)
