
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto merealisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas 100% dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata bagi seluruh masyarakat di wilayahnya.
Untuk mewujudkan langkah ini, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menggelar monitoring dan evaluasi (monev) bersama dengan para Kepala Puskesmas (Kapus) di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
Dengan didampingi oleh Wakil Bupati M. Rizal Octavian, bupati mengajak para undangan monev yang notabene adalah jajaran pimpinan tenaga medis, agar memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh pasien, khususnya masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Imbauan tersebut bukan alasan, pasalnya berdasarkan data tanpa Pemkab Mojokerto, jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Mojokerto telah menyentuh angka 1.141.807 jiwa, atau bila dipresentasekan mencapai angka 98,76%, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,81% atau sejumlah 922.689 peserta aktif.
“Mari kita tingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena pengaplikasian (keanggotaan BPJS Kesehatan) sudah meningkat, agar tidak ada lagi warga yang mengeluh terkait penanganan kesehatan,” beber Gus Barra, sapaan akrabnya pada Jumat (11/4/2025).
Bupati Mojokerto melanjutkan, bahwa akhir-akhir ini akun media sosial yang dimilikinya sering mendapatkan keluhan tentang penanganan kesehatan kepada masyarakat, apalagi setelah diluncurkannya program UHC BPJS Kesehatan 100% beberapa hari yang lalu.
Oleh karena itu, para pimpinan fasilitas kesehatan diminta untuk selalu fokus dan optimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing, tidak hanya pada tingkat Puskesmas, namun juga untuk fasilitas kesehatan lainnya, seperti Rumah Sakit Klinik Umum Daerah (RSUD), kesehatan, maupun DPP (Dokter Praktek Pribadi).
Kedepannya apabila masih terdapat keluhan terkait pelayanan kesehatan pada fasilitas mitra kesehatan BPJS Kesehatan (Faskes), Bupati Mojokerto akan turun langsung untuk mengkonfirmasi dan meninjau fakta di lapangan.
“Nanti saya akan turun langsung (ke Faskes) jika ada keluhan dari masyarakat, akan saya tanya (konfirmasi) apa benar permasalahan yang dikeluhkan tersebut,” ucap Gus Barra.
Monev yang digelar di Smartroom Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto itu berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi yang membahas beberapa isu atau kendala yang terjadi.
Tampak beberapa jajaran Pimpinan Pemkab yang turut hadir adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ulum Rohmat, Kepala Cabang BPJS Mojokerto Elke Winasari, Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar dan RSUD RA Basoeni, serta 27 Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Mojokerto. (*)
