
Blora, Kabarterdepan.com- Polisi di Kabupaten Blora masih mendalami Insiden maut yang menewaskan lima pekerja dari 13 korban proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora.
Diketahui, saat ini Rabu (9/4/2025), tepat dua bulan berlalu paska insiden jatuhnya Lift Crane yang menjatuhkan 13 pekerja. Lima diantaranya harus kehilangan nyawa, dan delapan lainya mengalami luka patah tulang yang serius.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua korban Pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora yang masih berjuang untuk sembuh, yaitu korban Yunus dan Sumar yang masih melakukan perawatan Homecare atau perawatan dari rumah.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet menuturkan, hingga saat ini sudah meminta keterangan kepada 15 orang terhadap insiden itu. Pihak-pihak yang dimintai keterangan mencangkup pekerja proyek atau saksi mata, dan dinas-dinas terkait.
Progres Kejadian di RS PKU Muhammadiyah Blora
Selanjutnya, hingga saat ini, proses yang dialami masih pada meminta keterangan dari keluarga pekerja proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun luka-luka.
“(Penetapan tersangka) Belum, masih periksa keluarga korban yang meninggal dan yang luka, karena minggu ini baru bisa dimintai keterangan,” ujar AKP Selamet, Rabu (9/4/2025).
Selanjutnya AKP Selamet mengungkapkan bahwa hasil laboratorium forensik (Labfor) Polda Jateng sudah mengeluarkan hasil atau sudah selesai. Namun hasil dari Labfor hanya untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut.
“(Hasil Labfor Polda Jateng) Sudah jadi dan hanya untuk komsumsi penyidikan,” singkat Kasatreskrim Polres Blora.(Fitri)
